Gubernur Anies Fokus Benahi Aset Demi Pertahankan Opini WTP

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri) menyapa warga saat meninjau Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 2 Januari 2020. ANTARA/HO-Kominfo Jakarta Selatan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri) menyapa warga saat meninjau Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 2 Januari 2020. ANTARA/HO-Kominfo Jakarta Selatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan fokus membenahi pendataan aset-aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Upaya itu ditempuh untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    "Jadi banyak aset DKI yang puluhan tahun itu pencatatannya masih belum tuntas. Dan sebagian adalah masalah administrasi. Ini yang harus diselesaikan," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa, 21 Januari 2020.

    Gubernur Anies mencontohkan sejumlah aset yang pendataannya belum jelas, seperti nama jalan atau tanah yang tidak bersertifikat. Lalu ada juga alat kelengkapan kantor yang sudah lama seperti kursi, meja yang tidak terdata.

    Anies menyebutkan pendataan aset amat krusial dalam penilaian WTP. "Iya dong, kalau laporan keuangan harus ada laporan aset. Tidak bisa statusnya terus menerus tidak jelas," ujarnya.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menyatakan telah meminta anak buahnya untuk membuat Laporan Penyusunan Keuangan Daerah yang akan diserahkan kepada BPK pada Maret mendatang.

    Anies berharap Pemprov DKI Jakarta masih bisa mempertahankan WTP yang telah diraih dalam dua tahun terakhir ini."Saya minta sampaikan kepada jajaran untuk all out mempertahankan WTP," ujarnya.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.