Dapat Rekomendasi Setneg, Revitalisasi Monas Dilanjutkan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. Penanaman pohon tersebut dilakukan untuk mengganti pohon lama yang ditebang saat pembangunan proyek Plaza Selatan serta bagian dari penghijauan Monas. TEMPO / Hilman Fathurrahman  W

    Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. Penanaman pohon tersebut dilakukan untuk mengganti pohon lama yang ditebang saat pembangunan proyek Plaza Selatan serta bagian dari penghijauan Monas. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan revitalisasi Monas. Sebelumnya proyek sempat dihentikan sementara pada Rabu, 28 Januari 2020.

    Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang DKI, Heru Hermanto, mengatakan telah menerima surat rekomendasi dari Kementerian Sekretariat Negara untuk melanjutkan revitalisasi pada Jumat sore, 7 Februari 2020. "Malam ini kami langsung lanjutkan revitalisasi Monas. Karena surat rekomendasi baru kami terima sore ini," kata Heru di Balai Kota DKI, Jumat, 7 Februari 2020.

    Ia menuturkan perkembangan pembangunan revitalisasi Monas telah mencapai 77 persen. Heru optimistis pembangunan Plaza Selatan Monas bakal rampung sebelum akhir bulan ini. "Tinggal 23 persen lagi, kami yakin cepat selesai," ujarnya.

    Kementerian Sekretariat Negara meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan sementara revitalisasi Monas. Setneg meminta DKI menyerahkan desain yang mengacu Kepres 25/1995 sebelum melanjutkan revitalisasi.

    Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, sebelumnya mengatakan Setneg belum memberikan izin kepada Pemprov DKI Jakarta ihwal revitalisasi Monas. Pemprov DKI, kata dia, juga belum pernah mengajukan permohonan izin. "Belum pernah. Kami belum pernah secara institusi dimintai izin tentang revitalisasi Monas," kata Setya.

    Setya mengatakan proses pembangunan bisa dilanjutkan setelah semua detail desain dibahas oleh seluruh anggota Komisi Pengarah. Baru setelah itu, kata dia, pemerintah DKI Jakarta akan melanjutkan kembali pengerjaan revitalisasi. "Kami tidak mau ada yang mangkrak di situ," kata dia.

    Ketua Komisi Pembangunan DPRD DKI, Ida Mahmuda, mengatakan komisi sepakat menunda revitalisasi Monas karena Pemprov DKI Jakarta belum mengantongi izin dari Setneg. "Saya minta jangan ada pembangunan dulu. Sebab belum ada rekomendasi Kemensetneg," kata Ida. 

    Pemprov DKI Jakarta pun akhirnya menghentikan proyek pada Rabu, 28 Januari 2020. Hal itu dilakukan untuk menghargai keputusan Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, yang meminta DKI menghentikan sementara revitalisasi Monas.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.