Ditanya Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Sudah Surut

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri perayaah Cam Go Meh di Glodok Jakarta Barat, Sabtu 8 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri perayaah Cam Go Meh di Glodok Jakarta Barat, Sabtu 8 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut banjir yang melanda Jakarta pada Sabtu pagi tadi sudah mulai surut. "Kondisi sekarang sudah surut," ujar Anies saat ditemui di Glodok Jakarta Barat, Sabtu 8 Februari 2020.

    Ia mengatakan saat ini tinggi muka air di sejumlah pintu air sudah surut, seperti di pintu air Manggarai yang sekarang sudah normal dengan tinggi muka air sekitar 600cm. Sedangkan pada Sabtu pagi tadi status pintu air Manggarai Siaga II dengan ketinggian air 925cm.

    Menurut Anies, naiknya tinggi muka air Manggarai karena volume air kiriman dari hulu, salah satunya dari bendungan Katumlapa. Pada Jumat malam kemarin status Katulampa waspada.

    Anies Baswedan menyebutkan sejak kemarin sore di selatan Jakarta dan Bogor diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan data BMKG tercatat curah hujan yang turun khususnya di bagian selatan Jakarta dan Bogor dengan intensitas ekstrim mencapai 244.2mm/hari.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI pada Sabtu pagi ini ada 21 titik tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam dinihari. Dengan rincian di Jakarta Pusat lima lokasi dengan ketinggian 10-60cm, Jakarta Utara empat titik dengan ketinggian 10-30cm.

    Lalu di Jakarta Barat ada satu lokasi banjir dengan ketinggian 10-30cm. Kemudian, Jakarta Timur satu titik dengan ketinggian 20-30cm dan Jakarta Timur 10 titik dengan ketinggian 5-100 cm.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.