Cegah Tawuran, Depok Minta Sekolah Biasakan Penguatan Karakter

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sekolah. Sumber: Sputnik / Konstantin Mikhalichevsky/rt.com

    Ilustrasi sekolah. Sumber: Sputnik / Konstantin Mikhalichevsky/rt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin meminta seluruh sekolah negeri maupun swasta menjalankan program pembiasaan penguatan karakter setelah marak aksi tawuran di Depok.

    “Penguatan karakter misalnya dengan pembiasaan kegiatan keagamaan dan kegiatan ekstrakurikuler,” kata Thamrin kepada Tempo, Rabu, 12 Februari 2020.

    Namun, Thamrin mengatakan, kegiatan penguatan karakter itu jangan mengganggu jadwal belajar dan jadwal libur anak. “Bisa dilakukan setelah jam belajar selesai dari pukul 13.00 sampai pukul 15.00 Atau dilakukan pada saat sebelum KBM (kegiatan belajar mengajar) dimulai sekitar pukul 6.30 sampai 7.30,” kata Thamrin.

    Thamrin mengatakan, program penguatan karakter dapat dilakukan dengan membiasakan siswa mencari literasi, meningkatkan ilmu keagamaan, dan membiarkan anak memilih minat dan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

    “Misalnya kegiatan keagamaan setiap waktu diperkuat. Bukan hanya keagamaan saja, nilai nasionalisme dan kemandiriannya juga bisa dibentuk dengan kegiatan pramuka, dan sebagainya,” kata Thamrin.

    Thamrin mengatakan, kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan di hampir sekolah negeri di Kota Depok.

    “Di sekolah negeri ada tuh Jumat agung dilakukan setiap hari Jumat. Ada yang sebulan sekali ada yang dua minggu sekali. Itu salat duha berjamaah, kemudian juga ada yang dilanjut dengan literasi,” kata Thamrin.

    Selain itu, lanjut Thamrin, di sekolah negeri juga rutin melaksanakan kegiatan pramuka yang dilaksanakan setiap Rabu untuk meningkatkan nilai nasionalisme dan gotong royong.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok meminta sekolah yang ada di Kota Depok dapat menambah pemahaman tentang pelajaran agama serta menginstruksikan siswa-siswinya untuk aktif mengikuti kegiatan yang bersifat kerohanian.  Hal ini dilakukan untuk mencegah tawuran yang telah menyebabkan korban meninggal di Kota Depok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.