Anies Baswedan Enggan Komentari Survei Permasalahan Jakarta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri penandatanganan kontrak antara PT MRT dan Shimizu-Ahdi Karya JV untuk pengerjaan pembangunan MRT Fase II, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri penandatanganan kontrak antara PT MRT dan Shimizu-Ahdi Karya JV untuk pengerjaan pembangunan MRT Fase II, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari survei Indo Barometer tentang capaian tiga gubernur DKI dalam mengatasi persoalan di Jakarta.

    Anies langsung memotong pertanyaan media dengan jawaban cukup. "Cukup ya," ujar Anies di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2020. Dia pun kemudian beranjak pergi.

    Berdasarkan survei Indo Barometer, Anies kalah unggul dari tiga gubernur DKI yang masuk survei, yaitu Joko Widodo, dan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Publik diminta untuk memberikan penilaian kepada kandidat dalam mengatasi persoalan Jakarta, yaitu banjir, kemacetan, ekonomi warga, kesehatan dan pendidikan.

    Hasil survei menyebutkan, Ahok dinilai paling berhasil mengatasi banjir di Jakarta dengan 42,0 persen kemudian Jokowi 25,0 persen sedangkan Anies 4,1 persen.  Dalam mengatasi permasalahan kemacetan Ahok juga paling unggul dengan 35,3 persen, Jokowi 25,3 persen dan Anies 8,3 persen.

    Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Survei dilakukan tak lama setelah Jakarta dilanda banjir pada awal Januari lalu. Hujan ekstrim yang mengguyur Jakarta sejak malam tahun baru membuat beberapa kawasan terendam. Hal ini diperparah dengan datangnya air dari Bogor.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara