Cerita Keluarga di Bogor yang Tewas Tertimpa Longsor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Sat Brimobda Jabar, Basarnas dan relawan melakukan proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Ahad, 5 Januari 2020.  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat setidaknya tujuh warga Sukajaya tewas. Tempo/Amston Probel

    Sejumlah anggota Sat Brimobda Jabar, Basarnas dan relawan melakukan proses pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Ahad, 5 Januari 2020. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat setidaknya tujuh warga Sukajaya tewas. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Bogor - Curah hujan yang tinggi pada Kamis dini hari, 20 Februari 2020 memicu longsor di Kampung Cibolang RT 01/01, Desa Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor. Satu keluarga tewas dari peristiwa tersebut. 

    Kepala Polisi Sektor Ciawi, Komisaris Sahroni Kuswandi, mengatakan kejadian diketahui oleh tetangga dan keluarga korban lainnya pada Kamis pagi pukul 6.30 WIB. Saat itu keluarga korban curiga karena para korban tidak memperlihatkan aktivitas seperti biasanya.

    "Saat digedor pintu dan didobrak, keluarga korban melihat kamar para korban sudah terang tanpa dindang," kata Sahroni di lokasi kejadian, Kamis 20 Februari 2020.

    Sahroni mengatakan tetangga korban sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara gemuruh di kediaman keluarga Basri Abdul Latif (45 tahun). Para tetangga lantas mendatangi rumah korban pagi harinya.

    Saat dilihat Basri bersama istrinya, Ela (35), dan kedua anaknya Esa (6) dan Efan (5) sudah tertimbun tembok rumah yang ambrol. "Jadi korban meninggal karena tertimpa tembok rumah mereka," ucap Sahroni.

    Pantauan Tempo di lokasi ambrolnya tembok korban bukan karena tertimpa tanah atau material longsor dari tebing di samping kamar korban. Ambrolnya dinding rumah Basri diakibatkan terkikis aliran air hujan. Di lokasi terlihat ada air menggenangi celah selebar 20 cm antara kamar dan tebing. Hal itu pun dibenarkan oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, yang menyebut dengan kejadian ini warga harus lebih waspada tatkala curah hujan yang tinggi.

    "Ke depan kami akan buat tim Destana atau desa tanggap bencana. Tugas mereka nanti mengedukasi dan menghimbau warga saat cuaca buruk agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," kata Iwan.

    Kini, Basri dan dua anaknya sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum Cibolang, Ciawi, Bogor. Sementara Ela dibawa oleh pihak keluarga ke Teluk Pinang. 

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.