Terdampak Banjir Hari Ini, 2 Rute Transjakarta Belum Normal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan pemukiman Cempaka Putih Barat yang direndam banjir setinggi 70 centimeter, di Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. BPBD DKI juga mencatat sebanyak 87 rukun tetangga di Jakarta terendam banjir hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Foto udara kawasan pemukiman Cempaka Putih Barat yang direndam banjir setinggi 70 centimeter, di Jakarta, Ahad, 23 Februari 2020. BPBD DKI juga mencatat sebanyak 87 rukun tetangga di Jakarta terendam banjir hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua rute Bus Rapid Transit (BRT) milik PT TransJakarta belum dapat melayani penumpang karena masih terdampak banjir hari ini di ibu kota.

    "Layanan Koridor 2 rute Pulogadung - Harmoni, arah Harmoni, Halte Bermis belum bisa melakukan pelayanan karena MBC belum sepenuhnya rapi. Namun untuk arah sebaliknya normal," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Disposanjoyo dalam keterangan tertulisnya, Senin 24 Februari 2020.

    Untuk arah sebaliknya, yaitu ke Pulogadung, Nadia mengatakan, Halte Pedongkelan belum bisa melakukan pelayanan karena MBC belum sepenuhnya rapi.

    Rute kedua yang belum beroperasi normal akibat banjir Jakarta adalah Koridor 10 dengan rute Tanjung Priok-PGC2. "Sebelum Halte Yos Sudarso Kodamar arah PGC beberapa MBC masih belum rapi. Namun, untuk pelayanan di kedua arah berjalan normal," kata Nadia.

    Kedua rute bus Transjakarta tersebut tetap melayani penumpang namun mengalami sedikit modifikasi.

    Meski demikian, Nadia mengatakan selain kedua rute tersebut layanan TransJakarta baik BRT maupun non-BRT saat ini sudah kembali beroperasi secara normal termasuk layanan koridor 12 dengan rute Tanjung Priok-Pluit yang pada Minggu 23 Februari, operasinya dihentikan akibat jalan yang tergenang banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.