Jakarta Terus Banjir, Kapolda Metro Jaya Akan Koordinasi dengan Pemprov DKI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana saat memberikan bantuan sembako terhadap korban banjir di Jalan Latu Menten, Jakarta Barat, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana saat memberikan bantuan sembako terhadap korban banjir di Jalan Latu Menten, Jakarta Barat, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana akan terus mendorong koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai penanggulangan banjir di Ibukota. Hal ini pihaknya lakukan karena melihat kondisi Jakarta yang selalu banjir saat hujan deras turun. 

    "Kami akan upayakan mendorong ataupun mencari solusi lah (bersama Pemprov DKI), mencari jalan keluar supaya tidak terus menerus kita kebanjiran," ujar Nana di Benhil, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. 

    Menurut Nana, penanggulangan banjir di Jakarta memang ranah Pemprov DKI. Tapi, saat banjir datang petugas kepolisian akan turun untuk membantu evakuasi warga. Sehingga musibah banjir di Jakarta tetap berkaitan dengan kepolisian. 

    "Kami tentunya ke depan akan terus mengevaluasi (koordinasi dengan Pemprov DKI)," ujar Nana. 

    Akibat hujan deras yang melanda sejak Selasa dini hari, beberapa wilayah di Jakarta terkena banjir. Nana mengatakan dari pemetaan titik banjir di Jakarta, pihaknya menemukan ada 45 titik banjir di Jakarta Barat, 40 titik di Jakarta Utara, 15 titik di Jakarta Timur, 7 titik di Jakarta Selatan, dan paling banyak di Bekasi Kota yang memiliki 69 titik. Akan tetapi, Nana mengatakan tidak semua titik banjir rawan atau dalam. 

    "Hanya beberapa aja yang memang agak dalam, yang lain biasa aja dan saat ini banjir sudah mulai surut," ujar Nana. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.