Tantangan MRT Jakarta Fase 2, Dirut: Tanahnya di Bawah Air Laut

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan mitigasi banjir jadi tantangan utama saat proses konstruksi MRT Fase 2.

    "Tidak masa konstruksi saja sudah banjir, nah ini nanti ketika masa konstruksi pasti akan lebih sulit tantangannya, sebab fase 2 ke utara Jakarta, tanahnya berada di bawah air laut," kata William P Sabandar di Kantor Pusat MRT Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

    Konstruksi MRT Fase 2 lebih rumit dari Fase 1 karena seluruh pembangunan di bawah tanah dan di beberapa titik akan dibangun di bawah Sungai Ciliwung serta adanya struktur tanah yang lunak di Jakarta Utara.

    “Mengingat lokasi proyek yang berada di area Ring 1, PT MRT Jakarta selalu mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut PT MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas,” katanya.

    Mitigasi bencana struktur MRT Fase 2 sudah dipertimbangkan mitigasinya seperti banjir, kebakaran dan gempa bumi.

    Hal teknis yang dilakukan adalah ketinggian elevasi entrance stasiun akan disesuaikan berdasarkan kajian hidrologi dengan periode banjir 200 tahunan.

    Kemudian direncanakan dilengkapi dengan "flood protection panel" setinggi 70 cm untuk menjaga dari banjir akibat drainase kota.

    Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

    Penandatangan kontrak pekerjaan CP 201 antara PT MRT Jakarta dengan Shimizu – Adhi Karya JV (SAJV) menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan Fase 2A. Dalam kontrak tersebut terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 Km untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara