Cegah Virus Corona, Anies Baswedan Minta Warga Sering Cuci Tangan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri seminar Bank Pembangunan Daerah SI Sinergi BUMD di Ancol Jakarta Utara, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri seminar Bank Pembangunan Daerah SI Sinergi BUMD di Ancol Jakarta Utara, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membagikan kiat sederhana untuk mencegah virus Corona atau Covid 19. Menurut dia, penyebaran virus tersebut bisa dicegah dengan sejumlah cara, salah satunya adalah rajin cuci tangan.

    "Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan intensitas cuci tangan. Lebih sering cuci tangan meski pun tidak merasa kotor tapi sesering mungkin cuci tangan. Itu pencegahan paling baik," kata Anies di halaman gedung Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Jakarta Pusat, Ahad, 1 Maret 2020. 

    Selain itu, Anies menyarankan warga yang sedang flu maupun batuk menggunakan masker yang dianggap aman dari penularan virus. Bagi warga yang merasa mengalami gangguan kesehatan dan khawatir terhadap virus Corona bisa segera lapor ke sambungan telepon layanan darurat 112.

    "Seluruh sarana kesehatan di Pemprov DKI termasuk personalianya akan siap merespons cepat dalam urusan ini. kami seluruh jajaran sudah siap," ujarnya. Anies Baswedan pun telah membentuk Tim Tanggap Covid 19 untuk mengantisipasi munculnya virus corona di Ibu Kota.

    Sebelum membentuk tim tanggap, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu telah lebih dulu menerbitkan Ingub virus Corona atau Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. "Covid 19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius," kata Anies Baswedan.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.