Polisi: Pelaku Pembunuhan Sawah Besar Remaja yang Cerdas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto menyebut bahwa remaja perempuan berinisial NF yang telah melakukan pembunuhan sebagai sosok yang cerdas.

    "Dia punya kemampuan bahasa Inggris yang baik. Dia juga juara tenis meja. Dia punya kemampuan luar biasa," kata Heru saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Maret 2020.

    NF membunuh seorang anak berusia 5 tahun, APA di rumahnya di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis 5 Maret 2020. NF menghabisi nyawa APA dengan cara memasukkan korban ke dalam bak.

    Menurut Heru, korban diajak ke kamar mandi oleh korban lalu disuruh mengambil mainan yang ada di dalam bak. Selanjutnya, pelaku menenggelamkan kepala korban di bak secara berulang. "Setelah itu, baru dicolok lehernya," kata Heru.

    Heru melanjutkan, pelaku kemudian mengangkat korban yang sudah lemas karena sulit bernafas. Karena leher korban mengeluarkan darah, Heru melanjutkan, pelaku menyumpalnya dengan tisu dan kemudian diikat.

    "Awalnya jenazah mau dibuang pelaku, tapi karena menjelang sore, disimpan dalam lemari," kata Heru.

    Heru melanjutkan, keesokan harinya pelaku berangkat dari rumah untuk ke sekolah menggunakan seragam. Namun, dia malah datang ke Polsek Taman Sari untuk melaporkan pembunuhan tersebut. Polisi kemudian mendatangi TKP dan menemukan mayat korban.

    Heru menambahkan, NF mengaku sadar melakukan pembunuhan. Kepada polisi, NF juga mengaku tidak menyesal perbuatannya. Namun, Heru mengaku penyidik masih mendalami pengakuan mengejutkan tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.