Pemprov Banten Kucurkan Dana Rp 10 Miliar Hadapi Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) bersama Ketua DPW PKS Banten Miftahudin (kanan) dan Ulama senior KH Zaenal Abidin (kiri) mengikuti Istigosah dan Doa Bersama untuk keselamatan warga Rohingya-Myanmar di Mesjid Albantani Serang, 5 September 2017. Wahidin Halim bersama jajaran Muspida, sejumlah Ulama serta ratusan ASN dan warga masyarakat menggelar Istigosah dan doa bersama. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) bersama Ketua DPW PKS Banten Miftahudin (kanan) dan Ulama senior KH Zaenal Abidin (kiri) mengikuti Istigosah dan Doa Bersama untuk keselamatan warga Rohingya-Myanmar di Mesjid Albantani Serang, 5 September 2017. Wahidin Halim bersama jajaran Muspida, sejumlah Ulama serta ratusan ASN dan warga masyarakat menggelar Istigosah dan doa bersama. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Serang – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan anggaran senilai Rp 10,065 miliar untuk menghadapi wabah Corona atau covid-19. Dana tersebut berasal dari anggaran tak terduga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten 2020. 

    Keputusan itu diambil setelah Gubernur Banten Wahidin Halim resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di wilayah Provinsi Banten. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menyatakan dana akan digunakan untuk persiapan pembuatan sarana prasarana ruang isolasi dan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk Pemprov Banten.

    Saat ini, rumah sakit rujukan Corona di Banten ialah RSUD dr Dradjat Prawiranegara dan RSUD Kabupaten Tangerang. Sementara rumah sakit yang diusulkan kembali adalah RSUD Balaraja, RSUD Kota Cilegon, RSUD Banten.

    Rina menyebut meskipun pagu dana tak terduga masih mencukupi, tapi ada kemungkinan untuk melakukan perubahan APBD. Hal itu dilakukan untuk pemanfaatan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dan evaluasi semester satu. “Dana tak terduga yang diusulkan untuk penanganan bencana Corona sebesar Rp10,065 miliar lebih,” kata dia, Rabu, 18 Maret 2020.

    Sekretaris BPKAD Provinsi Banten Dwi Sahara mengatakan, pada tahun anggaran 2020 dana tak terduga yang tersedia adalah sebesar Rp 45 miliar. Dari anggaran itu, sebagian sudah terpakai awal tahun lalu saat bencana banjir dan tanah longsor menerjang sebagian wilayah Banten.

    "Kami sudah salurkan. Pertama waktu awal tahun ada musibah longsor dan banjir bandang, yaitu Rp 2,49 miliar," ujar Dwi dalam rapat koordinasi bersama DPRD Banten di Sekretariat DPRD Banten.

    Dwi menuturkan jika alokasi dana untuk penanganan virus Corona masih kurang dan dana tak terduga habis, Pemprov akan melakukan sejumlah pergeseran anggaran. Kebijakan itu akan dilakukan pada pos pembiayaan di Dinas Kesehatan. "Andaikan status KLB diperpanjang mungkin kami akan pergeseran anggaran untuk yang urgent dulu dari anggaran yang tersedia di dinas kesehatan," ungkapnya.

    Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, akan mendukung langkah yang dilakukan Pemprov Banten dalam penanganan wabah Corona. "Ini keputusan yang memang harus dibuat oleh Pemprov Banten. Saya rasa ini ikhtiar kami semua untuk melawan penyebaran virus Corona," kata politikus Partai Gerindra ini.

    WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.