Viral PDP Corona Depok Meninggal, Respons Gugus Tugas?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Depok, Kota Depo, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dengan menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan serta memberikan pengecekan kesehatan gratis, membagikan masker, pamflet, menyediakan hand sanitizer, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan edukasi seputar virus corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas saat melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Depok, Kota Depo, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dengan menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan serta memberikan pengecekan kesehatan gratis, membagikan masker, pamflet, menyediakan hand sanitizer, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan edukasi seputar virus corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok – Beredar informasi satu pasien dalam pengawasan (PDP) corona yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok meninggal hari ini, Rabu 25 Maret 2020.

    Kabar pasien laki-laki berusia 40 tahun tersebut meninggal beredar melalui pesan berantai di media sosial whatsapp tertanda Pemerintah Kota Depok.

    Dalam pesan tersebut tertulis agar masyarakat Kota Depok dapat melaksanakan solat ghoib untuk mengiringi kepergian jenazah.

    “Dengan memohon keikhlasan kaum muslimin Kota Depok, untuk bisa melaksanakan sholat ghoib untuk beliau (pasien PDP meninggal) sebagai bentuk solidaritas kita khususnya selaku sesama ASN dan dan umumnya selaku sesama kaum muslimin warga Kota  Depok,” tulis pesan tersebut tertanda Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretaris Daerah Kota Depok, Rabu 25 Maret 2020.

    Pesan tersebut juga menjelaskan, jenazah dimakamkan menggunakan standar penanganan jenazah akibat Covid-19. Jenazah PDP corona itu tidak dibawa pulang, melainkan dari rumah sakit langsung dibawa ke TPU untuk dimakamkan.

    Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana enggan mengkonfirmasi kabar tersebut, “Informasi hanya dari gugus tugas,” kata Dadang.

    Berdasar website corona Kota Depok di https://ccc-19.depok.go.id, data per hari Selasa 24 Maret 2020, jumlah pasien positif Kota Depok sudah mencapai 15 orang dengan rincian 4 orang sembuh dan 0 kematian.

    Untuk PDP sebanyak 142 kasus dengan rincian 11 orang selesai dan 131 orang masih dalam pengawasan. Dan untuk ODP total ada 440 kasus dengan rincian 185 selesai, 255 masih dalam pemantauan.

    Dari data tersebut, terbanyak akumulasi pasien PDP dan ODP corona berada di Kecamatan Sukmajaya Depok sebanyak 86 kasus dan kasus positifnya 4 kasus.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara