Tahanan Kabur yang Ditembak Mati, Dalang Kaburnya Tahanan Lain

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

    Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahanan kabur dari Polsek Kalideres yang ditembak mati polisi pada Jumat dinihari disebut sebagai dalang pelarian para tahanan lainnya.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris Besar Audie S. Latuheru mengatakan 1 tahanan Polsek Kalideres yang ditembak mati itu bernama Supar.

    Dalam pelarian itu, Supar adalah satu-satunya tahanan yang berhasil melarikan diri dari Polsek. Para tahanan kabur yang lain langsung tertangkap pada malam harinya. 

    "Yang merencanakan aksi kabur ini memang Supar. Makanya ketika sudah keluar tahanan lainnya bisa tertangkap karena tidak begitu memahami rencana Supar. Karena cuma dia yang betul mengetahui langkah-langkahnya," ujar Audie dalam konferensi pers online pada Jumat, 24 April 2020.

    Audie mengatakan, Supar yang merupakan tahanan kasus narkoba tersebut ditangkap di daerah Tangerang pada Kamis malam sekitar pukul 23.00. Saat akan ditangkap, Supar melawan petugas dengan senjata tajam. Akibatnya, polisi menembak Supar.

    "Dalam perjalanan ke rumah sakit yang bersangkutan meninggal," kata Audie.

    Peristiwa tahanan kabur dari Polsek Kalideres terjadi pada 16 April lalu. Menurut Audie, ada delapan tahanan yang mencoba kabur dari Polsek Kalideres, namun tujuh di antaranya langsung ditangkap. Sedangkan satu sisanya yakni Supar berhasil melarikan diri.

    Angka tahanan kabur ini berbeda dari keterangan Audie sebelumnya. Pada 17 April lalu, Audie berujar jumlah tahanan yang mencoba melarikan diri dari Polsek Kalideres sebanyak sembilan orang. Dari jumlah tersebut, hanya satu orang yang benar-benar berhasil kabur.

    Audie menambahkan, petugas menyita sabu hampir 1 gram saat penangkapan tahanan kabur itu di Tangerang. Saat dites urine, Supar disebut positif menggunakan sabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.