Kantor Pos Salurkan Bantuan Tunai Bagi 39.100 Warga Lebak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga kurang mampu mendapatkan dana bantuan keluarga sejahtera dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Besar, Makassar, 18 November 2014. Program pemerintah tersebut masih sepi karena kuranya sosialisasi. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang warga kurang mampu mendapatkan dana bantuan keluarga sejahtera dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Besar, Makassar, 18 November 2014. Program pemerintah tersebut masih sepi karena kuranya sosialisasi. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Pos Rangkasbitung menyalurkan bantuan tunai kepada 39.100 warga Kabupaten Lebak, Banten, mulai Rabu, 6 Mei 2020. Hal ini disampaikan seorang pejabat di Kantor Pos Rangkasbitun, Yoyo Rahmat, Senin, 11 Mei 2020.

    Ia mengatakan bahwa 11 cabang Kantor Pos Rangkasbitung melayani penyaluran bantuan tunai senilai Rp 600 ribu per keluarga per bulan bagi warga yang terdampak wabah Covid-19.

    Warga penerima bantuan diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga saat mengambil bantuan di Kantor Pos.

    "Kami juga melayani kunjungan ke rumah penerima BLT jika kondisi mereka sakit atau usia lanjut," kata Yoyo. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala dalam penyaluran bantuan.

    Kendati demikian, antrean panjang terlihat dalam penyaluran bantuan di Kantor Pos Rangkasbitung pada Senin. Warga berdesakan mengantre di pintu Kantor Pos untuk mengambil bantuan.

    Kondisi yang demikian membuat Ma Yayah, 75 tahun, warga Desa Aweh, Kecamatan Kalang Anyar, pingsan setelah menerima bantuan tunai Rp Rp600 ribu. Dua anggota keluarganya kemudian membonceng dia kembali ke rumah.

    "Kami minta ke depan pencairan dana BLT bisa diwakili anggota keluarga," kata Emi, anak Ma Yayah yang membawa Ma Yayah pulang menggunakan sepeda motor bersama seorang anggota keluarga lain.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.