New Normal, Bima Arya Prioritaskan Dibukanya Kembali Rumah Ibadah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya masuk ke dalam bilik disinfektan sebelum melaksanakan shalat Jumat berjamaah di Masjid Baitur Ridwan, Cilendek Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 29 Mei 2020. ANTARA/Arif Firmansyah

    Wali Kota Bogor Bima Arya masuk ke dalam bilik disinfektan sebelum melaksanakan shalat Jumat berjamaah di Masjid Baitur Ridwan, Cilendek Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 29 Mei 2020. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menyambut penerapan new normal, Pemerintah Kota Bogor akan memprioritaskan dibukanya kembali rumah ibadah. Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan prioritas itu bertujuan untuk menjadikan tempat ibadah sebagai pusat edukasi Covid-19 dan sumber pangan serta kebutuhan logistik lainnya bagi warga yang terdampak.

    “Masjid itu kan jangkauannya luas dan mengakar langsung ke masyarakat,” kata Bima Arya kepada Tempo seusai menggelar rapat bersama stakeholder sektor pendidikan di SMPN 5 Kota Bogor, Sabtu 30 Mei 2020.

    Namun Bima menyebut kewaspadaan dan ikhtiar semua komponen juga patut dipertahankan, agar kurva di kota Bogor terus melandai dan hilang. “Untuk itu kita akan lebih perkuat pengawasan dan masyarakat pun andil di dalamnya,” kata dia.

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan aktifitas kegiatan di rumah peribadatan sudah kembali diperkenankan beroperasi sejak 28 Mei 2020 dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatandan pencegahan penularan Covid-19. Dedie menyebut protokol itu sudah diterbitkan melalui Surat Edaran Wali Kota nomor 440/1814-Hukham tahun 2020, berisi 8 instruksi untuk masjid. Lalu SE Wali Kota nomor 440/1833-Hukham tahun 2020, berisi 12 instruksi untuk kegiatan peribadatan bagi jemaat di Gereja.

    “Surat Edaran itu pun berlaku prioritas bagi rumah peribadatan atau masjid yang berada di dalam komplek atau pemukiman warga. Pembukaannya pun dilakukan oleh pak Wali Kota yang mengikuti salat berjamaah di masjid Baitur Ridwan,” kata Dedie.

    Dedie mengatakan pelaksanaan dan pengajuan pembukaan rumah ibadah pun dikoordinasikan oleh aparat wilayah. Artinya melalui Lurah dan Camat, serta koordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas dan para ketua RT dan RW mampu mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada warga. “Karena arahan dari pusat, ada beberapa yang tidak diperbolehkan ikut berjamaah seperti anak kecil, lansia dan orang yang rentan terkena atau orang yang memiliki penyakit bawaan,” kata Dedie.

    Sementara pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Annaba’ di Komplek GOR Pajajaran, Rusli Prihatevy, mengatakan warga sangat antusias menyambut kembali dibukanya masjid sebagai sarana ibadah berjamaah. Menurut dia jemaah siap menjalankan protokoler kesehatan di masjid, karena jalannya aktifitas masjid dan menjaga kesehatan adalah harus selaras berjalan sebagai komunal. “Alhamdulillah, warga kami mengerti dan menerima serta akan menjalankan protokoler itu,” kata Rusli.

    Rusli menyebut pihaknya pun sudah menyediakan penyemprotan disinfektan, tempat pencuci tangan, penyediaan masker dan tentunya tidak menggelar karpet masjid. Sehingga tanpa disosialisasikan edaran pemerintah untuk new normal, ia mengklaim jemaahnya sudah paham karena masih menggunakan protokol selama PSBB. “Pada prinsipnya apa yang menjadi arahan pemerintah, kami sudah lakukan,” kata dia.

    Sementara Anggota Sinode Gereja Indonesia Kota Bogor, Mahakati, mengatakan siap mematuhi instruksi dalam SE Wali Kota yang mengatakan gereja menyiapkan rekaman. Menurut dia, gereja sudah menyiapkan ibadah live streaming bagi jemaat yang tidak bisa melakukan ibadah di gereja. “Intinya kami patuhi aturan pemerintah dan sampai saat ini pun aturan PSBB kami jalankan,” kata dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?