Ganjil Genap Jakarta Akan Berlaku setelah PSBB Berakhir

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas saat penghentian sementara aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. Untuk menekan penularan virus corona, Pemprov DKI menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing di kendaraan umum atau menggunakan kendaraan pribadi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah kendaraan melintas saat penghentian sementara aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. Untuk menekan penularan virus corona, Pemprov DKI menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing di kendaraan umum atau menggunakan kendaraan pribadi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta akan kembali diterapkan. Sebelumnya, peniadaan sementara ganjil genap di Ibu Kota telah diperpanjang beberapa kali oleh polisi. Yaitu pada 15 Maret hingga 19 April 2020, kemudian diperpanjang hingga 22 Mei 2020 dan selanjutnya bertambah menjadi 4 Juni 2020.

    "Ganjil genap nanti berlaku setelah PSBB berakhir," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi pada Selasa, 2 Juni 2020.

    Selama ini, peniadaan ganjil genap di Ibu Kota mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Masa PSBB di DKI Jakarta rencananya berakhir pada 4 Juni 2020 menyusul akan adanya transisi ke mekanisme new normal atau kenormalan baru.

    Ihwal rencana pemberlakuan kembali ganjil genap, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Fahri Siregar pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan DKI Jakarta terlebih dahulu.

    Dari hasil observasi selama ini, kata Fahri, volume kendaraan tergolong fakultatif. Dalam beberapa minggu, kata dia, terjadi peningkatan volume kendaraan. Namun di pekan lain justru mengalami terjadi penurunan. Fahri berujar observasi ini masih berjalan sebagai evaluasi penggunaan ganjil genap kembali atau tidak.

    "Karena untuk mengurai kemacetan kan tidak hanya menggunakan ganjil genap. Tapi bisa juga dengan manajemen lain seperti rekayasa lalu lintas, buka tutup jalan dan alih arus," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.