Korban Pengintipan CCTV di Kafe Starbucks Diimbau Lapor Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Starbucks.[starbucks.com]

    Starbucks.[starbucks.com]

    TEMPO.CO, JakartaPolda Metro Jaya mengimbau wanita yang menjadi korban pengintipan menggunakan kamera CCTV oleh dua pegawai Starbucks untuk melapor kepada kepolisian. Akibat iseng mengintip payudara pengunjung, kini dua pegawai itu telah dipecat dan berurusan dengan polisi. 

    "Kita sedang coba dari Kepolisian untuk menghubungi korban atau memang korban akan melapor untuk kita lanjutkan kasusnya, atau nanti seperti apa kita tunggu saja," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat 3 Juli 2020.

    Yusri berharap korban segera melapor agar kejadian yang viral di media sosial tersebut bisa diselesaikan oleh Kepolisian. "Mudah mudahan korban hari ini bisa menghadap, kita lakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Utara," ujarnya.

    Pada Kamis 2 Juli 2020, netizen dihebohkan dengan beredarnya video pegawai Starbucks yang mengintip dada seorang pelanggan wanita yang sedang berada di gerai Starbucks di Sunter Mall, Jakarta Utara.

    Polres Metro Jakarta Utara langsung bergerak dan membawa kedua pelaku pada Kamis malam untuk dimintai keterangan. Kedua pelaku diketahui berinisial K dan D, keduanya berusia sekitar 20 tahun.

    Kedua mantan pegawai Starbucks itu masih berada di Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai motif atas tindakan yang menghebohkan tersebut.

    Dikonfirmasi terpisah, PT Sari Coffee Indonesia yang menaungi merek Starbucks di Indonesia kemudian langsung memberikan pernyataan untuk menanggapi video viral tersebut. Pihaknya menyesalkan ada pegawainya melakukan tindakan tidak terpuji tersebut dan akan menyikapi kejadian tersebut dengan serius agar tidak terulang lagi.

    Perusahaan pun telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan karyawan Starbucks yang melakukan tindakan tidak senonoh tersebut. "Kami memastikan bahwa individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," kata Senior GM PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia Andrea Siahaan dalam keterangan tertulis, Kamis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.