Misteri Kematian Editor Metro TV, Polisi: 2 Kemungkinan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi To JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi To JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polres Jakarta Selatan mendalami dua kemungkinan penyebab editor Metro TV Yodi Prabowo tewas di pinggir Tol JORR. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Irwan Susanto mengungkap analisa awal kasus kematian Yodi. 

    Irwan mengatakan penyidikan terhadap penemuan mayat editor video Metro TV Yodi Prabowo masih berjalan. "Intinya kami ada dua, apakah itu ada pelakunya sehingga korban meninggal atau dengan dirinya sendiri sehingga menyebabkan meninggal. Itu sementara yang kami bisa sampaikan analisa awal," kata Irwan di kantornya, Senin, 13 Juli 2020.

    Lebih dari 20 orang sudah dimintai keterangan dalam kasus ini. Saksi-saksi tersebut terdiri dari teman dekat, lingkungan keluarga korban serta lingkungan sekitar ditemukannya barang bukti.

    "Hari ini rencananya juga ada beberapa orang lagi yang kami mintakan keterangan," kata Irwan.

    Jenazah Yodi Prabowo ditemukan oleh tiga orang anak yang sedang bermain layangan di pinggir tol lingkar luar, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat, 10 Juli 2020. Sebelum ditemukan, Yodi dikabarkan hilang sejak Rabu dinihari, 8 Juli 2020.

    Sebelumnya, polisi menduga Yodi Prabowo meninggal karena korban pembunuhan. Hasil autopsi menunjukkan ada luka tusuk akibat benda tajam di bagian leher dan dada korban. Selain itu, polisi juga menyita sebilah pisau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.