Demonstran Geruduk Balai Kota Minta Anies Buka Tempat Hiburan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertunjukan DJ klub malam atau diskotek. Shutterstock

    Ilustrasi pertunjukan DJ klub malam atau diskotek. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) unjuk rasa meminta Gubernur Anies Baswedan membuka tempat hiburan. Mereka merasa kesulitan untuk membiayai anak sekolah setelah tempat usaha ditutup di masa pandemi Covid-19.

    "Kami meminta, memohon, dan berharap agar hati Pak Anies bisa terbuka. Kami tidak meminta, tapi kita menyuarakan hak sebagai anggota masyarakat. Kami butuh kerja," kata Hermansyah, dari atas mobil komando di depan Balai Kota Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020.

    Menurut demonstran, tempat rekreasi, kolam renang, Ancol sudah dibuka. "Kenapa tempat hiburan belum dibuka?" Menurut dia tempat hiburan atau tempat mereka bekerja sudah mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

    Demonstran mengakui bahwa kebanyakan dari pekerja adalah mereka yang merantau di Jakarta. Pengunjuk rasa meminta Anies menemui pendemo untuk mendengar aspirasi itu. "Pak Gubernur..., Pak Gubernur, tolonglah kami." Hermansyah berteriak.

    "Pak Gubernur... tolong buka usaha kami." Demonstran lainnya menyerukan yel-yel. Unjuk rasa ini berlangsung mulai pukul 09.00. Mereka kebanyakan mengenakan kaos putih. Di depan pagar Balai Kota, polisi mulai memagari pintu.

    IHSAN RELIUBUN | ENDRI KURNIAWATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.