Satpol PP Ingatkan Batasan Daya Tampung Velodrome Rawamangun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Jakarta Timur mengingatkan pengelola dan masyarakat terkait ketentuan 50 persen kapasitas tampung maksimal di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

    "Jika sudah melebihi ketentuan, kami akan bubarkan untuk diarahkan lokasi olahraga lain sehingga tidak harus terpaku di areal Velodrome," kata Kepala Satpol PP Jaktim Budhy Novian di Jakarta, Ahad, 26 Juli 2020.

    Pernyataan itu disampaikan Budhy saat menindaklanjuti situasi antrean masyarakat di fasilitas olahraga Velodrome Jalan Pemuda, Rawamangun pada Ahad pagi tadi.

    Antrean masyarakat terjadi akibat pemerintah setempat harus meniadakan kegiatan car free day (CFD) usai puluhan warga di Kelurahan Jati, Rawamangun terdeteksi positif COVID-19.

    Masyarakat yang datang sejak pukul 05.30 WIB ke lokasi CFD akhirnya memilih pindah aktivitas menuju Velodrome sebab tidak ada penyekatan di Jalan Pemuda.

    Budhy mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Jakarta International Velodrome guna mengantisipasi antrean pengunjung kembali terulang.

    "Kita akan coba bantu untuk penanganan antrean yang terjadi di luar dan segera kita koordinasikan kembali secara matang," katanya.

    Batasan 50 persen kapasitas tampung diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    "Kita meminta pihak pengelola untuk memastikan kembali kapasitas 50 persen pengunjung," ujarnya.

    Satpol PP akan mengambil sikap tegas kepada masyarakat agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19 di tempat olahraga.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.