Bayi Dibuang di Jatipulo Reaktif Covid-19, Puluhan Warga Harus Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Unsplash.com/Jonathan Borba

    Ilustrasi bayi. Unsplash.com/Jonathan Borba

    TEMPO.CO, JakartaBayi dibuang di RT 01/08 Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, beserta ibu kandungnya berinisial D (20) tengah menantikan hasil tes usap di Puskesmas Palmerah.

    Ibu dan bayi perempuannya tersebut sempat menjalani tes cepat dan hasilnya reaktif Covid-19. Mereka kini menjalani isolasi mandiri di Puskesmas tersebut.

    "Sekarang sambil menunggu hasil swab test. Bayi sama ibunya dirawat di Puskesmas karena sama-sama reaktif," kata Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020.

    Anggota keluarga D juga harus menjalani tes usap untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, lantaran punya kontak erat dengan D dan bayinya.

    Baca: Kasus Bayi Dibuang di Jatipulo, Polisi Tangkap Perempuan Terduga Pelaku

    Puluhan warga sekitar rumah D juga harus isolasi mandiri sementara waktu, lantaran mereka berbondong-bondong ke rumah D untuk melihat bayi yang sempat dibuang tersebut.

    "Karena kan lokasi permukiman di sana memang padat penduduk," kata Supriyanto.

    Polsek Palmerah memastikan penemu bayi dibuang di RT 01/08 Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, merupakan ibu kandung dari sang jabang bayi. D (20), ibu sang bayi, telah merencanakan skenario tersebut agar keluarganya mau menolong dan mengadopsi bayi yang baru dilahirkannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.