Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Enam Fakta Baru Mutilasi Kalibata City : Pelaku Belajar Potong Tubuh dari Medsos

image-gnews
Barang bukti koper berbungkus plastik yang ditampilkan saat konferensi pers kasus pembunuhan dan mutilasi Kalibata City di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Korban pembunuhan ini ditemukan dalam kondisi telah dimutilasi di sebuah unit apartemen tersebut pada Rabu malam. TEMPO/Wintang Warastri
Barang bukti koper berbungkus plastik yang ditampilkan saat konferensi pers kasus pembunuhan dan mutilasi Kalibata City di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Korban pembunuhan ini ditemukan dalam kondisi telah dimutilasi di sebuah unit apartemen tersebut pada Rabu malam. TEMPO/Wintang Warastri
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya menemukan enam fakta baru dalam kasus mutilasi Kalibata City terhadap Rinaldy Harley Wismanu.

Fakta pertama, para pelaku yang bernama Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri belajar cara memutilasi dari media sosial atau medsos.

"Sebelum melakukan mutilasi, pelaku belajar memutilasi secara otodidak dengan melihat caranya di media sosial. Dia kebingungan, tak bisa bawa korban ke luar TKP," ujar Calvijn di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat, 18 September 2020.

Fakta kedua, Calvijn mengatakan para pelaku dari awal memang berencana membunuh korban.

Tersangka Laeli akan memancing korban ke apartemen, menidurinya, lalu pelaku Fajri akan datang berpura-pura menggerebek dan mengaku sebagai suami Laeli dan memeras harta benda korban.

Baca juga : Pelaku Mutilasi Kalibata City Taburkan Kopi Untuk Hilangkan Bau Mayat

"Apabila pemerasan tidak terlaksana, maka disepakati oleh kedua tersangka dilakukan eksekusi sampai dengan dilakukan pembunuhan," kata Calvijn.

Fakta ketiga, sebelum korban dieksekusi dengan ditusuk menggunakan gunting di kepala dan punggung, tersangka Laeli sempat memaksa korban menyerahkan PIN ponselnya. Setelah mengetahui PIN ponsel, pelaku dapat dengan mudah menguras isi rekening dan kartu kredit Rinaldy.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Fakta keempat, Calvijn mengatakan pelaku pembunuhan berencana itu sempat menginapkan jenazah korban selama lima hari di dua apartemen yang berbeda. Pada tanggal 9, 10, dan 11 September 2020, jenazah korban dibiarkan di dalam kamar mandi Apartemen Pasar Baru Mansion usai dibunuh. Lalu pada tanggal 12 dan 13 September, mereka memutilasinya menjadi 11 bagian di tempat tersebut.

Selanjutnya yang menjadi fakta kelima, mayat Rinaldy yang sudah terpotong-potong dimasukkan dalam dua koper dan satu ransel. Mereka kemudian membawanya ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan dalam dua tahap. Di apartemen tersebut mayat korban diinapkan hingga tanggal 16 September 2020.

Fakta keenam atau terakhir, para pelaku mutilasi Kalibata City ternyata sudah berencana mengubur potongan jenazah Rinaldy pada 17 Juli 2020 di Kompleks Perumahan Permata Cimanggis, Depok. Di perumahan itu, pelaku sudah menyewa sebuah rumah dan menggali sebuah lubang di halaman belakang.

"Rangkaian ini begitu rapi, dipersiapakan dengan matang dari perencanaan, pelaksaanan, sampai dengan pembersihan lokasi pembunuhan," kata Calvijn.

Kedua pelaku ditangkap oleh polisi pada 16 September 2020 di Kompleks Perumahan Permata Cimanggis, Depok. Polisi berhasil mengetahui keberadaan tersangka setelah melacak penggunaan uang di rekening korban yang digunakan untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

2 hari lalu

Kapolres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Polisi Sigit menanyai RM, tersangka pembunuhan Serlina, 22, yang jasadnya ditemukan di sebuah parit di Kabupaten Sukoharjo, Senin, 22 April 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

Para tersangka sepakat akan menjalankan rencana pembunuhan terhadap wanita itu saat malam takbiran.


Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Serlina di Sukoharjo, Satu Pelaku Lain Masih Buron

4 hari lalu

Kapolres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Polisi Sigit menanyai RM, tersangka pembunuhan Serlina, 22, yang jasadnya ditemukan di sebuah parit di Kabupaten Sukoharjo, Senin, 22 April 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Serlina di Sukoharjo, Satu Pelaku Lain Masih Buron

Polisi menjerat RMS dengan pasal perampasan dan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup penjara.


Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

4 hari lalu

Ilustrasi bermain sosial media di ponsel. Shutterstock.com
Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

Orang sering menggunakan media sosial untuk memposting momen terbaiknya, membuat feed terlihat seperti highlight reel dari pengalaman keren.


Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

4 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Sebuah studi penelitian 2022 terhadap anak perempuan 10-19 tahun menunjukkan bahwa istirahat di media sosial selama 3 hari secara signifikan berfaedah


Setahun Lalu Banding Ferdy Sambo Ditolak Tetap Hukuman Mati, Ini Perjalanan Jadi Vonis Penjara Seumur Hidup

13 hari lalu

Terdakwa Ferdy Sambo bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2023. TEMPO/Febri Angga Palguna
Setahun Lalu Banding Ferdy Sambo Ditolak Tetap Hukuman Mati, Ini Perjalanan Jadi Vonis Penjara Seumur Hidup

Setahun lalu banding Ferdy Sambo ditolak alias tetap dihukum mati. Seiring berjalannya waktu, vonis itu diubah jadi penjara seumur hidup. Kok bisa?


Setahun Lalu Putusan Banding Vonis Mati Ferdy Sambo Dibacakan, Tetap Vonis Hukuman Mati

14 hari lalu

Terdakwa Ferdy Sambo bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2023. TEMPO/Febri Angga Palguna
Setahun Lalu Putusan Banding Vonis Mati Ferdy Sambo Dibacakan, Tetap Vonis Hukuman Mati

Hari ini, setahun lalu atau 12 April 2023, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta bacakan putusan banding yang diajukan Ferdy Sambo.


Keluarga Korban Kasus Pembunuhan Penjaga Toko Baju Minta Polisi Jerat Tersangka dengan Pasal Berlapis

20 hari lalu

Tim kuasa hukum korban pembunuhan di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu 6 April 2024. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Keluarga Korban Kasus Pembunuhan Penjaga Toko Baju Minta Polisi Jerat Tersangka dengan Pasal Berlapis

Keluarga korban pembunuhan penjaga toko pakaian distusuk dengan pedang katana minta tersangka dihukum lebih berat.


JPU Kejari Depok Tuntut Altaf Terdakwa Pembunuhan Mahasiswa UI Dijatuhi Hukuman Mati

44 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
JPU Kejari Depok Tuntut Altaf Terdakwa Pembunuhan Mahasiswa UI Dijatuhi Hukuman Mati

Dalam perkara pembunuhan berencana ini, Altaf membunuh adik kelasnya, Muhammad Naufal Zidan, karena terlilit utang karena rugi investasi Kripto.


Anaknya Dibunuh Devara Putri dan Pacarnya, Orang Tua Korban: Harusnya Kalau Mau Putus Tinggal Bilang Aja

50 hari lalu

Dirkrimum Polda Jawa Barat gelar olah TKP pembunuhan seorang wanita muda di Rainbow Hill atau Bukit Pelangi, Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jumat, 1 Maret 2024. TEMPO/M.A MURTADHO
Anaknya Dibunuh Devara Putri dan Pacarnya, Orang Tua Korban: Harusnya Kalau Mau Putus Tinggal Bilang Aja

Indriana, korban pembunuhan berencana yang dilakukan Devara Putri dan pacarnya adalah tulang punggung keluarga.


Kasus Pembunuhan Cinta Segitiga yang Didalangi Devara Putri, Pembunuh Bayaran Masih Teman

52 hari lalu

Dirkrimum Polda Jawa Barat gelar olah TKP pembunuhan seorang wanita muda di Rainbow Hill atau Bukit Pelangi, Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jumat, 1 Maret 2024. TEMPO/M.A MURTADHO
Kasus Pembunuhan Cinta Segitiga yang Didalangi Devara Putri, Pembunuh Bayaran Masih Teman

Tiga tersangka, yaitu Devara Putri dan kekasihnya Didot serta Reza dijerat pasal pembunuhan berencana dan diancam pidana maksimal hukuman mati.