Kontraktor Beri Beasiswa ke Anak Satpam yang Tertimpa Besi di Proyek Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beasiswa. shutterstock.com

    Ilustrasi beasiswa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontraktor Proyek Pembangunan Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota memberikan santunan kepada keluarga dari Asepudin. Petugas keamanan itu meninggal akibat tertimpa material di area proyek yang berada di Jalan Raya Bekasi, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu 26 September lalu.

    "Kepada keluarga korban, kontraktor telah memberikan bantuan dan santunan serta beasiswa untuk kedua anaknya yang masih bersekolah," ujar Project Manager KSO Jaya Konstruksi-Adhi, R. Ary Ardaka dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu, 30 September 2020.

    Baca Juga: Ternyata Kontraktor Revitalisasi Monas Pakai Kantor Virtual

    Ary Ardaka menjelaskan Asepudin tertimpa besi stress bar dari ketinggian sekitar 14,5 meter. Setelah tertimpa, lelaki 44 tahun tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit. Namun dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.29 setelah mendapat perawatan di ICU.

    Ary berujar, pada saat kejadian berlangsung, PT Delta Systec Indonesia selaku sub-kontraktor KSO Jakon - Adhi tengah melakukan pekerjaan perapatan segmen-segmen beton atau box girder dari Jalan Tol Layang. Sesuai prosedur, kata dia, area di bawah lokasi pekerjaan telah ditutup dan dibatasi dengan moveable barrier serta dijaga oleh petugas security.

    "Kecelakaan terjadi saat tengah dilakukan perapatan antara segmen beton nomer 6 dan nomer 7, di mana segmen 6 diselaraskan dan didekatkan ke segmen 7 hingga tercapai jarak antara 30 - 40 sentimeter," kata Ary.

    Ary melanjutkan, sebuah stress bar yang telah disiapkan dan dimaksudkan untuk menyatukan kedua segmen tersebut secara tidak sengaja terjatuh melalui celah antara dua segmen. Kemudian pada saat yang sama, Asepudin sedang melintas di bawahnya.

    Sebelumnya, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Gading, Ajun Komisaris Muhammad Fajar mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Fajar berujar, polisi belum bisa menyimpulkan adanya kelalaian dalam musibah ini. Namun menurut dia, penyidik masih mendalami kemungkinan itu.

    "Masih dalam penyelidikan, karena kalau dibilang lalai yang lalai siapa, atau apakah ada kelalaian di situ," kata Fajar saat dikonfirmasi, Selasa, 29 September 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.