Perkarakan Najwa Shihab, Relawan Jokowi: Kami Berjuang Sendiri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najwa Shihab. Instagram.com/@najwashihab

    Najwa Shihab. Instagram.com/@najwashihab

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Dewi Soembarto menyatakan tidak berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, mengenai laporan kelompoknya terhadap Najwa Shihab. “Tidak ada [komunikasi dengan Terawan], kami berjuang sendiri karena kami merasa ini adalah kewajiban kami melindungi,” kata Silvia saat ditemui di sela-sela melapor Selasa pagi, 6 Oktober 2020.

    Silvia melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Oktober 2020 atas wawancara kursi kosong Terawan yang tayang pada 28 September 2020 di acara Mata Najwa. Alasannya, Najwa memparodikan Terawan, dan tayangan itu dianggapnya sebagai bentuk cyberbullying atau perundungan siber. “Perbuatan tidak menyenangkan, karena Menteri Terawan adalah pejabat negara,” kata Silvia.

    Yang membuat Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu ini marah adalah Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Jokowi. “Dan kami relawannya.” Meski begitu, ia tidak menjelaskan secara rinci pasal-pasal yang dibidikkannya kepada Najwa. 

    Selain melaporkan Najwa, ia juga berencana mensomasi Trans 7, stasiun televisi yang menayangkan program itu. Laporan polisi itu ditolak, dan Polda Metro Jaya mengarahkan Silvia beserta timnya melapor ke Dewan Pers.

    Hingga Selasa malam, belum ada laporan yang masuk ke Dewan Pers. “Laporan belum ada,” kata Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Arif Zulkifli saat dihubungi Tempo Selasa malam.

    Sebelumnya, saat ditanya mengapa membawa perkara ke polisi dan bukan ke Dewan Pers, Silvia mengaku berkoordinasi dengan lembaga itu. “Kami ke Dewan Pers untuk minta arahan Dewan Pers.”

    Ia mengutip ketentuan Undang-Undang Pers yang mempersilakan pelaporan secara pidana atau perdata melalui pengadilan atau kepolisian. “Di situ diketemukan indikasi-indikasi yang dilanggar oleh Najwa Shihab.”

    Silvia mempersiapkan video YouTube sebagai barang bukti beserta beberapa hal lainnya. “Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan, setelah laporan ke Siber saya akan umumkan,” kata Silvia sembari melangkah ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada nomor laporan polisi yang diberikan oleh Polda Metro Jaya terhadap laporan Relawan Jokowi itu.

    WINTANG WARASTRI | ENDRI KURNIAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.