Viral Penyerangan Geng Motor di Bogor, Tujuh Pemuda Diringkus Polisi

Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Bogor - Polres Bogor Kota menangkap tujuh anggota geng motor pelaku penyerangan warga Kampung Cemplang Baru, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.

Kapolres Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan tujuh pelaku penyerangan dengan senjata tajam itu ditangkap di sejumlah lokasi di Kota Bogor, pada Kamis 22 Oktober 2020.

Ketujuh pelaku tersebut adalah RRY alias Anong (29); warga Kelurahan Sempur Bogor Tengah, MF alias Ami (19), SG (18), dan GM (21); warga Kelurahan Panaragan Bogor Tengah, AP alias Aang (23); warga Kelurahan Kebon Kalapa Bogor Tengah, FR alias Kiday (22) dan RF alias Bagol (21); warga Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Mereka kini ditahan di Polsek Bogor Barat.
 

Hendri menjelaskan, penyerangan tersebut dilakukan oleh sekitar 20-an orang yang diduga geng motor dengan bersenjata tajam jenis, celurit, samurai, dan golok. Penyerangan itu terjadi pada Selasa dinihari 20 Oktober lalu, pukul 01.53.

Kronologisnya bermula pada Senin malam, beberapa orang berkumpul di Kelurahan Panaragan, yakni Anong, MF, SG, FR, dan dua orang lainya. Mereka sempat mengkonsumsi minuman keras.

Sekitar pukul 23.00, MF mengajak pindah lokasi karena ada temannya yang mengajak kumpul di Kelurahan Batutulis, Bogor Selatan. Tidak lama berkumpul di Batu Tulis, datang lagi sejumlah orang dari Kelurahan Tajur Bogor Timur.

Dari Batu Tulis geng motor itu memutuskan konvoi di jalan raya. Tiba di Kampung Cemplang Baru Bogor, Bogor Barat, mereka melihat ada beberapa pemuda setempat yang sedang ronda, duduk-duduk di dalam gang. Rombongan geng motor itu segera menghampiri dan menyerang warga Kampung Cemplang Baru itu dengan senjata tajam.

Para pemuda yang tengah ronda itu langsung melarikan diri karena takut diserang menggunakan senjata tajam. Rombongan motor itu kemudian merusak dua sepeda motor milik warga setempat.

"Aksi penyerangan tersebut terekam CCTV di sekitar lokasi yang kemudian sempat menjadi viral di sosial media," kata Hendri.

Baca juga: Begini Polisi Ringkus 14 Anggota Geng Motor Muka Muke di Cengkareng

Menurut Hendri, warga Kampng Cemplang melaporkan penyerangan dan perusakan motor tersebut ke Polsek Bogor Barat. Polres Bogor Kota kemudian membentuk tim gabungan, mencari informasi dari saksi-saksi.

Dari informasi tersebut, polisi menangkap Anong. Dari pelaku, polisi terus melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tujuh pelaku. "Kami sudah mengetahui nama dan identitas beberapa pelaku lainnya dan saat ini masih dalam pengejaran," katanya.

Menurut Hendri, anggota geng motor pelaku penyerangan dengan senjata tajam ini dikenakan pasal 170 KUHP yakni penyerangan bersama terhadap orang maupun barang, serta kenakan pasal pada UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam.






Mengenal Pasar Parung Bogor, Sentra Ikan Hias Terbesar di Indonesia

2 jam lalu

Mengenal Pasar Parung Bogor, Sentra Ikan Hias Terbesar di Indonesia

Pasar Parung Bogor merupakan pasar ikan hias terbesar di Indonesia dengan sekitar 380 pedagang dan 270 lapak yang tersedia.


Banyak ABG Bojonggede Main ke Dukuh Atas Jakarta, Pemkab Bogor: Kemudahan Transportasi

3 jam lalu

Banyak ABG Bojonggede Main ke Dukuh Atas Jakarta, Pemkab Bogor: Kemudahan Transportasi

Pemkab Bogor menyatakan berbagai ruang publik yang ada di Jakarta menjadi magnet bagi ABG asal Bojonggede main ke Dukuh Atas Jakarta.


Terpopuler Bisnis: Bank Mandiri Ungkap Kredit Macet Rp 6,7 T, Harga Minyak Akan Tembus USD 380

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bank Mandiri Ungkap Kredit Macet Rp 6,7 T, Harga Minyak Akan Tembus USD 380

Berita terpopuler bisnis pada Sabtu, 2 Juli 2022 dimulai dari penjelasan Bank Mandiri soal kredit macet Titan Infra Energy senilai Rp 6,7 triliun.


Bima Arya Blacklist Investor Holywings dan Penemuan Stok Ratusan Botol Miras di Elvis Cafe

2 hari lalu

Bima Arya Blacklist Investor Holywings dan Penemuan Stok Ratusan Botol Miras di Elvis Cafe

Wali Kota Bogor Bima Arya memblacklist para investor dan orang-orang yang terafiliasi dengan Holywings untuk membuka usaha di Kota Bogor.


Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Bima Arya Cabut Izin Usaha Holywings

2 hari lalu

Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Bima Arya Cabut Izin Usaha Holywings

Ketua DPRD Kota Bogor mendukung langkah tegas Bima Arya yang mencabut izin usaha Holywings yang dinilai sudah tidak punya itikad baik.


Bima Arya Blacklist Investor Holywings, Tak Boleh Lagi Membuka Usaha di Kota Bogor

2 hari lalu

Bima Arya Blacklist Investor Holywings, Tak Boleh Lagi Membuka Usaha di Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tidak akan memberikan izin usaha kepada orang-orang yang terafiliasi dengan Holywings.


Raden Said Soekanto Kapolri Pertama, Penggagas Markas Polri di Trunojoyo Kebayoran Baru

3 hari lalu

Raden Said Soekanto Kapolri Pertama, Penggagas Markas Polri di Trunojoyo Kebayoran Baru

Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo diangkat Kapolri oleh Presiden Soekarno pada 29 September 1945. Ia penggagas markas Polri di Trunojoyo, Kebayoran.


Bima Arya Cabut Izin Usaha Elvis Cafe & Resto Eks Holywings Bogor Karena Tetap Jual Miras

3 hari lalu

Bima Arya Cabut Izin Usaha Elvis Cafe & Resto Eks Holywings Bogor Karena Tetap Jual Miras

Wali Kota Bogor Bima Arya mencabut Elvis Cafe & Resto yang dahulu Holywings Bogor. Tetap nekat menjual minuman beralkohol di atas lima persen.


Lahan Redistribusi dari Jokowi untuk Petani di Pancawati Banyak yang Alih Fungsi

4 hari lalu

Lahan Redistribusi dari Jokowi untuk Petani di Pancawati Banyak yang Alih Fungsi

Enam tahun sejak lahan redistribusi dibagikan Presiden Jokowi pada 2016 lalu, para petani mengaku belum menguasai SHM bahkan melihatnya.


Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat dalam Karung di Kali Pesanggrahan

4 hari lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat dalam Karung di Kali Pesanggrahan

Kasus pembunuhan di balik kasus mayat dalam karung di Kali Pesanggrahan terkuak. Pembunuhnya masih teman teman korban.