Ditemukan 27 Kasus Baru, Kelurahan Petamburan Kembali Zona Merah Covid-19?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar rapid test massal gratis untuk warga di sekitar Kelurahan Petamburan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar rapid test massal gratis untuk warga di sekitar Kelurahan Petamburan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari belum bisa memastikan status penularan Covid-19 di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, usai temuan 27 kasus positif. Alasannya, belum tentu semua pasien Covid-19 yang kontak erat dengan Lurah Petamburan Setiyanto adalah warga Petamburan.

    "Apakah sampai zona merah, sepertinya belum," kata dia saat dihubungi, Senin, 23 November 2020.

    Sebelum Rizieq Shihab pulang dari Arab Saudi, kelurahan Petamburan sempat menjadi zona merah karena klaster Bethel. Bahkan ada 3 warga Petamburan meninggal akibat Covid-19. 

    Menurut Erizon, jumlah pasien Covid-19 dari Kelurahan Petamburan memang berpotensi naik. Sebab, ada tambahan kasus dari hasil pelacakan kontak atau contact tracing Setiyanto.

    Setiyanto dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab PCR di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Saat ini, puskesmas masih melakukan pelacakan kontak. Hingga 21 November, 27 dari 185 orang yang dites terinfeksi corona. Mereka adalah pekerja di kantor Kelurahan Petamburan dan orang di sekitar Setiyanto.

    "Karena kami mencari dan ketemu kasus, pasti trennya naik," ucapnya.

    Erizon memaparkan, temuan 27 kasus Covid-19 ini belum bisa dimasukkan ke dalam satu klaster baru. Dia berujar diperlukan beberapa data pendukung untuk menentukan klaster Covid-19.

    Baca juga: Berkurang, 20 RW di DKI Masih Masuk Zona Merah Covid-19: Ini Daftarnya

    Data pendukung penentuan klaster Covid-19 adalah hasil penyelidikan epidemiologi, hasil wawancara, dan terdapat kontak di tempat yang sama dalam waktu lama. "Jadi tidak gampang kami menyatakan suatu klaster, tapi apakah ada potensi, sangat berpotensi," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.