Anies Baswedan Luncurkan PLTS di Pulau Sebira

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti rapat paripurna penandatanganan MoU KUPA-PPAS 2020 di Gedung DPRD DKI, 2 November 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti rapat paripurna penandatanganan MoU KUPA-PPAS 2020 di Gedung DPRD DKI, 2 November 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta bersama PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Rabu, 25 November 2020. Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan panel surya di Pulau Sebira telah digunakan sejak Maret lalu di lahan 5 ribu meter persegi.

    Baca Juga: Anies Baswedan Sebut Akses JakWifi kini Tersedia di 9.000 Titik

    PLTS hybrid PLN di Pulau Sebira berkapasitas daya sebesar 400 kilo Watt peak (KWp) dan diproyeksi dapat menghasilkan energi sebesar 1.200 kWh per hari. "PLTS dilengkapi baterai berkapasitas 912 kWh yang berfungsi sebagai penyimpan energi, sehingga energi listrik yang dihasilkan juga dapat digunakan pada malam hari," kata Anies melalui keterangan tertulisnya.

    Anies mengapresiasi kerjasama serta konsistensi program antara Pemprov DKI dengan PLN untuk mengerjakan PLTS Pulau Sebira ini. Pulau Sebira yang mempunyai 600 kepala keluarga ini akan memiliki listrik yang ramah lingkungan.

    "PLTS ini diibaratkan sebuah kado untuk Kepulauan Seribu yang baru saja berulang tahun ke-19," ucap Gubernur dalam Peresmian PLTS Pulau Sebira secara daring, di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta hari ini.

    Menurut Gubernur Anies, hadirnya PLTS di Pulau Sebira, mengirimkan pesan penting bukan hanya bagi warga Jakarta melainkan juga seluruh Indonesia. Keberadaan PLTS tersebut menghadirkan kesetaraan antara warga DKI yang tinggal di daratan dengan yang tinggal di kepulauan.

    “Kemampuan kita menghadirkan konektivitas di Kepulauan Seribu mengirimkan pesan bila kawasan pulau yang terdekat dengan pusat kekuasaan terfasilitasi, maka yang jauh insya Allah yang jauh bisa terfasilitasi juga,” ujarnya.

    Anies mengatakan konektivitas kelistrikan yang menjadi tanggung jawab negara menjadi salah satu elemen penting bagi masyarakat kepulauan untuk meningkatkan taraf hidup, ekonomi, dan kesejahteraan mereka. Dengan adanya listrik, maka warga Pulau Sebira dapat mengakses cold storage yang membuat hasil tangkapan mereka dapat tetap segar sehingga meningkatkan nilai jual.

    Anies berharap adanya pasokan listrik yang stabil melalui PLTS bisa menjadi langkah peningkatan produktivitas masyarakat di Kepulauan Seribu. "Mereka (warga) ingin cold storage sehingga hasil tangkapan bisa disimpan dan ini hanya bisa diakses kalau ada listrik. Sehingga listrik ini akan meningkatkan taraf hidup, ekonomi, dan kesejahteraan warga,” ucapnya.

    General Manager PLN UID Jaya, Doddy B. Pangaribuan mengatakan PLTS Sebira ini dapat meningkatkan pemanfaatan Green Energy dari EBT (Energi Baru Terbarukan) untuk kelistrikan di Indonesia. Perlu diketahui, target PLN untuk peningkatan pemanfaatan EBT hingga tahun 2025 adalah sebesar 23 persen.

    Dengan adanya PLTS ini juga bisa menjadi daya cadangan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang sudah ada dan menghemat pengeluaran biaya bahan bakar yang sudah ada.

    “Ini merupakan PLT Surya terbesar hybrid di Provinsi DKI Jakarta, juga akan bisa digunakan untuk memback up PLTD kita. Sehingga ini akan menurunkan biaya operasi, karena bahan bakar saja bisa sampai Rp 3 Miliar dan dengan PLTS ini mungkin hanya akan menghabiskan Rp 1 Miliar saja,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Janji Kapolri Baru Listyo Sigit Prabowo: Dari Budaya Polri, FPI, Hingga KPK

    Tempo mencatat sejumlah janji Listyo Sigit Prabowo saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. Termasuk perihal penembakan anggota FPI.