Kasus Melonjak, DKI Target Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dari RS Swasta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan salah satu perawat pasien Covid-19 secara virtual saat meninjau RSUD Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbincang dengan salah satu perawat pasien Covid-19 secara virtual saat meninjau RSUD Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menjanjikan penambahan rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi menipisnya ketersediaan bangsal perawatan pasien Covid-19 di Ibu Kota.

    "Penambahan RS rujukan terus kami upayakan," kata Wagub DKI Ahmad Riza Patria usai meninjau protokol kesehatan di Mal Ciputra, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Januari 2021.

    Wagub DKI mengatakan bangsal isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di DKI telah menunjukkan angka kritis karena berada telah terisi di atas 80 persen. Pemerintah DKI berusaha menggandeng rumah sakit swasta untuk membantu menangani pasien Covid-19.

    "Kami mengajak RS swasta untuk bergabung bersama menyiapkan berbagai fasilitas dan RS rujukan Covid bagi penderita Covid-19," ujarnya.

    Baca juga: RS Rujukan Covid-19 Sudah Penuh, Dokter: Gak Usah Keluar-keluar Bikin Kerumunan

    Pada saat ini baru 10 persen rumah sakit swasta di Ibu Kota yang menjadi RS rujukan Covid-19. "Rumah sakit swasta lainnya yang belum menjadi rumah sakit rujukan kami ajak bersama untuk bisa menjadi rumah sakit rujukan. Tentu tidak mengurangi pelayanan kesehatan untuk penderita penyakit lainnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seandainya Vaksin Covid-19 Tidak Gratis, Ini Kisaran Harga 6 Produsen

    Jika vaksinasi tidak gratis, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk melakukan vaksinasi?