Pengamat Tata Kota Sambut Pengecatan Atap Rumah Sekitar Jalan Layang Tapal Kuda

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Atap rumah bergambarkan ondel-ondel menghiasi Jalan Layang Tapal Kuda, Lenteng Agung. Instagram/@dkijakarta

TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengapresiasi langkah pemerintah mengecat rumah-rumah warga di sekitar fly over atau jalan layang Tapal Kuda di Lenteng Agung.

"Pengecatan jalan layang unik Lenteng Agung bertujuan saat pengendara dari atas akan tampak pemandangan rumah warna-warni. Kami apresiasi," kata Nirwono melalui pesan singkatnya, Senin, 18 Januari 2021.

Yang menjadi catatan, kata dia, pemerintah juga mesti memikirkan pemeliharaan. Sebabnya lambat laut warna cat akan pudar di makan usia. "Siapa yang akan menanggung biayanya, tentu tida bisa dibebankan ke pemilik rumah warga," ujarnya.

Baca juga : Ada Penampakan Ondel-ondel di Raksasa di Atap Rumah Sekitar Jalan Layang Tapal Kuda

Selain itu, setelah pengecatan selesai, menurut dia, seringkali pemeliharaan tidak direncana dengan matang. Pemeliharaan dan pengecatan ulang tersebut membutuhkan biaya yang tidak kecil.

"Keindahan model seperti ini tidak akan berumur panjang. Akan selesai dengan sendirinya ketika cat-catnya memudar."

Selain itu, pengecatan di atap rumah kawasan Lenteng Agung itu pun harus dirancang dengan matang mulai dari pemilihan warna, gradasi, serta tema yang kuat.

Pengecatan atap-atap rumah di sekitar jalan layang Tapal Kuda yang dilakukan tidak boleh asal mewarnai karena akan merusak visual kota. "Jangan sampai pengecatan justru kontraproduktif merusak visual kota," ujarnya.

IMAM HAMDI






Tiba di Lenteng Agung, Megawati Bakal Beri Pengarahan ke 93 Kepala Daerah

8 hari lalu

Tiba di Lenteng Agung, Megawati Bakal Beri Pengarahan ke 93 Kepala Daerah

Kedatangan Megawati di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, disambut oleh empat pengurus partai.


Pemprov Kepri Pinjam Rp 800 Miliar ke PT SMI untuk Biayai 7 Proyek Strategis, Apa Saja?

42 hari lalu

Pemprov Kepri Pinjam Rp 800 Miliar ke PT SMI untuk Biayai 7 Proyek Strategis, Apa Saja?

Pemprov Kepri melakukan peminjaman dana sebesar Rp180 miliar ke PT SMI untuk membiayai pembangunan tujuh proyek strategis.


880 Warga Lenteng Agung Terima Paket Pangan Bersubsidi dari Pemprov DKI

43 hari lalu

880 Warga Lenteng Agung Terima Paket Pangan Bersubsidi dari Pemprov DKI

Sebanyak 880 warga Lenteng Agung menerima paket pangan bersubsidi dari Pemprov DKI, Apa saja isinya?


Jogi Hendra Atmadja, Raja Permen Kopiko dengan Kekayaan Senilai Rp 58,85 Triliun

44 hari lalu

Jogi Hendra Atmadja, Raja Permen Kopiko dengan Kekayaan Senilai Rp 58,85 Triliun

Perusahaan Jogi Hendra Atmadja memproduksi permen kopi Kopiko, ia saat ini pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan Rp 58, 85 triliun.


7 Kampus Swasta Terbaik di Jabodetabek Versi Webometrics 2022

17 Juli 2022

7 Kampus Swasta Terbaik di Jabodetabek Versi Webometrics 2022

Sebanyak 2.585 perguruan tinggi Indonesia masuk ke dalam pemeringkatan tersebut, beberapa di antaranya diduduki oleh kampus swasta.


Penabrak Sopir Travel Hingga Tewas di Lenteng Agung Dites Urine

2 Juli 2022

Penabrak Sopir Travel Hingga Tewas di Lenteng Agung Dites Urine

Seorang sopir travel tewas usai ditabrak saat sedang menurunkan barang-barang penumpangnya di Lenteng Agung


Bir Pletok, Ondel-ondel, dan Geliat Para Perawat Tradisi Betawi

26 Juni 2022

Bir Pletok, Ondel-ondel, dan Geliat Para Perawat Tradisi Betawi

Ada aroma jahe, cengkih, hingga kapulaga di dalam rumah bercat kuning yang dinamakan Rumah Produksi Bir Pletok Bang Isra.


Kilas Balik Peristiwa 21 Mei 1998: Lengsernya Soeharto dan Awal Reformasi

22 Mei 2022

Kilas Balik Peristiwa 21 Mei 1998: Lengsernya Soeharto dan Awal Reformasi

Pada 21 Mei 1998 merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia, era reformasi lahir sebagai hasil perlawanan terhadap KKN rezim orde baru.


Moeldoko: Kasus Trisakti 98 Idealnya Diselesaikan Lewat Non Yudisial

18 Mei 2022

Moeldoko: Kasus Trisakti 98 Idealnya Diselesaikan Lewat Non Yudisial

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut kasus pelanggaran HAM masa lalu seperti tragedi Trisakti idealnya diselesaikan lewat mekanisme non yudisial


Kronologi Tragedi Kerusuhan 12 - 15 Mei 1998, Gugur 4 Mahasiswa Trisakti

13 Mei 2022

Kronologi Tragedi Kerusuhan 12 - 15 Mei 1998, Gugur 4 Mahasiswa Trisakti

Peristiwa 12 sampai 15 Mei 1998 di Jakarta dikenal sebagai Tragedi Mei 1998. Empat mahasiswa Trisakti tewas ditembak dan timbulnya kerusuhan massa.