Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, Satgas: Didominasi Klaster Keluarga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). TEMPO/Subekti.

    Suasana sepi aktivitas warga di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa 12 Januari 2021. Gubernur Ridwan Kamil kembali mengumumkan daerah-daerah di Jawa Barat yang termasuk ke dalam zona merah virus corona (Covid-19). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Depok masih berstatus Siaga 1 penularan virus Covid-19. Dalam dua hari terakhir, penambahan pasien positif Covid-19 di kota ini tembus di angka 390-an kasus per hari.

    Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, terus meningkatnya angka penularan masih didominasi oleh klaster keluarga.

    “Jadi kalau kita lihat rantainya itu, keluarga, tempat kerja, komunitas, (jadi) dalam keluarga memaparkan lagi ke tempat kerja dan komunitas,” kata Dadang dikonfirmasi Tempo, Senin 18 Januari 2021.

    Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Depok (Picodep), jumlah kasus Covid-19 di Kota Depok hari ini bertambah 398 kasus.

    Baca juga: Klaster Keluarga Bermunculan Usai Libur Akhir Tahun, Tersebar di 33 Kecamatan

    Pada Ahad, 17 Januari 2021, kasus Covid-19 di Kota Depok sebanyak 21.850 kasus, sementara pada Senin 18 Januari 2021 kasus telah mencapai 22.248 kasus.

    Dari total kasus tersebut, jumlah pasien sembuh mencapai 17.548 orang atau bertambah 210 orang dari hari sebelumnya yang sebanyak 17.248 orang.

    Sementara pasien meninggal sebanyak 506 orang dan sisanya sebanyak 4.284 masih positif Covid-19.

    Dadang mengatakan, ada juga klaster rumah makan, tempat perbelanjaan, dan liburan yang menyumbang angka penularan.

    “Tetapi jumlahnya memang tidak begitu dominan dibandingkan dengan klaster keluarga,” kata Dadang.

    Dadang menambahkan, penyebab lain tingginya angka penularan juga karena contact tracing yang masif dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

    “Jadi ketika ada kasus positif kepada yang kontak erat, kami tes, makanya kasus akan terus bertambah,” kata Dadang.

    Dadang mengatakan, setiap hari pelacakan kontak yang dilakukan sebanyak sedikitnya 500 sampel per hari di Labkesda, selain itu ada juga di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kemenkes, dan juga laporan-laporan dari rumah sakit swasta di Depok. “Jadi itu yang terus kita lakukan saat ini, dari total sampel rata-rata mingguan positif (positivity rate) di angka 30 persen,” kata Dadang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.