Dua Pekan PSBB, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 34 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan bersiap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021. Jumlah tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 2.653 orang dan merawat 4.935 pasien COVID-19 per Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Fauzan

    Sejumlah tenaga kesehatan bersiap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat 22 Januari 2021. Jumlah tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 2.653 orang dan merawat 4.935 pasien COVID-19 per Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama dua pekan pelaksanaan PSBB diperketat, jumlah kasus aktif di Jakarta mengalami peningkatan 34 persen menjadi 24.224 kasus Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan peningkatan kasus aktif di Jakarta telah melampui titik tertinggi selama ini.   

    Laju pertumbuhan kasus aktif di Ibu Kota yang masih tinggi dalam dua pekan terakhir itu menjadi landasan Gubernur DKI Anies Baswedan memperpanjang PSBB Jakarta.

    Data yang dihimpun Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan kasus aktif pada 11 Januari 2021 tercatat 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 208.583 kasus.

    Pada 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat 34 persen menjadi 24.224, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 245.815 kasus.

    "Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan untuk semua warga bahwa pandemi belum berakhir," kata Widyastuti dalam keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Ahad.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.