Kasus Abu Janda, Ahli Psikologi Forensik: Ada Motif Instrumental

Permadi Arya alias Abu Janda usai diperiksa Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menduga ujaran kebencian yang dilontarkan Permadi Arya alias Abu Janda dalam kasus dengan Natalius Pigai bukan semata-mata didorong oleh emosinya sendiri.

Permadi Arya dilaporkan dalam kasus dugaan pernyataan rasis terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Pria yang dikenal dengan nama Abu Janda itu kemarin telah diperiksa di Bareskrim Mabes Polsi.

"Posting-annya bukan sungguh-sungguh ekspresi suasana hati, bukan didorong oleh motif emosional, melainkan motif instrumental," ujar Reza dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Februari 2021.

Baca juga: Abu Janda Beri Penjelasan Soal Asal Mula Cuitan Islam Arogan

Reza menjelaskan, sebagai seorang buzzer Abu Janda diduga mendapatkan bayaran dan instruksi dari seseorang. Sehingga, segala ucapannya yang bernada kebencian di sosial media menjadi bias dari ekspresi pribadinya.

"Jangan-jangan aksi buzzer yang melakukan pidana di medsos adalah mirip dengan kejahatan terorganisasi. Buzzer sebatas eksekutor lapangan, di belakangnya ada otak dan penyandang biaya," ujar Reza.

Melihat adanya peluang orang yang membayar Abu Janda untuk melakukan ujaran kebencian, Reza mengatakan aparat kepolisan perlu bekerja lebih keras untuk membongkar dalangnya dan memprosesnya secara hukum.

Selain itu, jika nanti Abu Janda terbukti bersalah melakukan tindakan rasisme dan penistaan agama, perlu ada hukuman yang melarangnya menggunakan media sosial. Sebagaimana politisi koruptor yang bisa dilarang masuk ke dunia politik.

"Dasar berpikirnya adalah pembatasan ruang gerak. Ruang hidup virtual si buzzer harus dibatasi guna mempersempit zona residivismenya," kata Reza.

Sebelumnya Abu Janda Dilaporkan DPP KNPI ke Bareskrim Polri pada Kamis, 28 Januari 2021. Abu Janda dilaporkan atas cuitannya di Twitter yang menyebut agama Islam adalah agama pendatang dari Arab yang arogan di Indonesia. Ia juga diduga melakukan ujaran rasisme terhadap Natalius Pigai mengenai evolusi.

Laporan KNPI tersebut diterima dan tercatat dengan nomor LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tanggal 29 Januari 2021. Dalam LP yang diterima Tempo, tertulis nama pelapor adalah Medya Rischa, selaku Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, dengan tuduhan Abu Janda telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat (2), Penistaan Agama Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A.






Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

2 hari lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Pemilu 2024, Bawaslu Depok Pakai Cara Ini untuk Tindak Buzzer di Media Sosial

2 hari lalu

Pemilu 2024, Bawaslu Depok Pakai Cara Ini untuk Tindak Buzzer di Media Sosial

Bawaslu Kota Depok akan menangkal buzzer dan pelanggaran Pemilu 2024 lainnya yang menjamur di media sosial. Begini caranya.


Buzzer Mainkan Isu SARA Jelang Pemilu, Ini Sanksi Pidana untuk Mereka

3 hari lalu

Buzzer Mainkan Isu SARA Jelang Pemilu, Ini Sanksi Pidana untuk Mereka

Bawaslu akan menindak buzzer yang menggunakan isu identitas atau SARA di media sosial. Bila terbukti bersalah akan dikenakan pelanggaran UU ITE


Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

4 hari lalu

Tips Mengelola Emosi Akibat Konten Adu Domba Buzzer

Jelang tahun politik, psikolog UGM memberikan cara menghindari emosi akibat konten buzzer.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

7 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

12 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

12 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

13 hari lalu

Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami pegawai Kemenkop UKM


Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

16 hari lalu

Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

Kementerian Kominfo telah memutus akses ke tujuh situs dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia.


Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

23 hari lalu

Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

Agus Andrianto yang namanya disebut-sebut dalam video tersebut membantah ia menerima uang dari Ismail Bolong.