Warga Kuatir Tak Kebagian Vaksin Covid-19? Wagub DKI: Yang Penting Sabar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vakainator menyiapkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama saat vaksinasi massal untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Minggu, 7 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Vakainator menyiapkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama saat vaksinasi massal untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Minggu, 7 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Jakarta tidak khawatirkan mengenai kepastian mendapatkan vaksin Covid-19.

    Karena menurutnya, warga Jakarta secara bertahap pasti akan mendapatkan vaksin.

    "Yang penting semua masyarakat sabar, nanti pada waktunya akan mendapat kesempatan yang sama mendapatkan vaksinasi yang memenuhi ketentuan dan syarat yang ada," ujar Wagub DKI Riza di Jakarta, Senin malam 15 Februari 2021.

    Lebih lanjut, Riza berujar setelah nakes, saat ini ada 10.000 pedagang pasar yang terdata sebagai penerima vaksin Covid-19 dan tersebar di 153 pasar di Jakarta.

    "Iya kan tahap dua akan dimulai vaksin, di antaranya adalah untuk pedagang pasar, dari 153 pasar, DKI sudah menyiapkan data kurang lebih 10.000, iya kan. Termasuk juga Pak Jokowi memberikan kesempatan kepada teman-teman wartawan yang sementara tahap satu kan 5.000, itu juga akan dimulai. Tapi itu kan bukan di Jakarta saja yang 5.000, itu seluruh Indonesia," kata Riza.

    Riza juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua untuk pelayanan publik ini.

    Persiapan mulai dari fasilitas penyimpanan vaksin sampai vaksinator yang sudah terlatih pada saat tahap satu penyuntikan vaksin Covid-19.

    "Untuk pedagang, nanti diatur titiknya di pasar-pasar supaya lebih cepat, dan lebih teknis," tuturnya.

    Baca juga : Crazy Rich PIK Helena Lim Penuhi Panggilan Poisi dalam Kasus Vaksin Covid-19 Gratisan

    Riza Patria juga menegaskan bagi warga di DKI jakarta agar tidak menolak vaksinasi. Karena bagi yang menolak vaksinasi Covid-19, sesuai Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 30, akan didenda sebesar Rp5 juta.

    Sanksi ini,sedikit berbeda dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi bahwa setiap warga yang tidak mau jalani vaksin Covid-19 akan dicabut haknya dari penerima bantuan sosial Covid-19.

    "Kalau dari pak Jokowi bilang kalau nolak, nggak dikasih bansos. Kalau yang di Perda DKI Jakarta yang menolak vaksin Covid-19 diberi sanksi termasuk denda Rp 5 juta," kata Riza Patria.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.