Crazy Rich Helena Lim Penuhi Panggilan Polisi Soal Kasus Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helena Lim dan rekannya berfoto di depan jet pribadi. Di media sosial Helena, unggahannya lebih banyak diisi perjalanannya ke luar negeri dan memamerkan koleksi tas dan barang-barang mewah lainnya. Youtube/Helena Lim

    Helena Lim dan rekannya berfoto di depan jet pribadi. Di media sosial Helena, unggahannya lebih banyak diisi perjalanannya ke luar negeri dan memamerkan koleksi tas dan barang-barang mewah lainnya. Youtube/Helena Lim

    TEMPO.CO, Jakarta - Influencer yang berjuluk Crazy Rich PIK Helena Lim memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kemarin, Senin, 15 Februari 2021. Helena diperiksa untuk dugaan penyerobotan vaksin Covid-19 jatah tenaga kesehatan.  

    "Betul sudah diperiksa," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Selasa, 16 Februari 2021. 

    Baca: Setelah Kasus Helena Lim, Ombudsman Ingatkan DKI Tak Kecolongan Lagi

    Ade tak menjelaskan detail pemeriksaan. Ia juga tak merinci saksi berikutnya yang akan dipanggil oleh kepolisian untuk diperiksa. Dengan diperiksanya Helena Lim, pihak kepolisian sampai saat ini telah memeriksa tiga pihak, yakni Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan pihak Puskesmas Kebon Jeruk. 

    Dalam video yang viral, Helena Lim melakukan vaksin Covid-19 di Puskesmas Kebon Jeruk bersama tiga orang temannya. Mereka memamerkan tabung vaksin Covid-19 dan luka di lengan bekas disuntik vaksin.  

    "Habis divaksin bisa terbang ke mana-mana. Semoga vaksinnya berhasil," ujar Helena dalam video. 

    Protes keras terhadap vaksinasi terhadap Helena cs datang dari influencer Covid-19 Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta. Tirta memprotes karena ada dugaan keempat orang itu bukan apoteker. 

    Tirta dan teman-temannya menelusuri identitas Helena dan kawan-kawan. "Kalau memang dia bukan apoteker dan orang kaya yang antreannya masih di belakang, saya minta ditindak. Baik oknum yang memberi vaksin, dinas yang memberi izin, dan orang yang menerima vaksin," kata Tirta.  

    Tirta mengatakan sudah melayangkan protesnya ke Kementerian Kesehatan dan Pemerintah DKI. Dia sedang menunggu jawaban dari pihak terkait soal dugaan penyimpangan penerima vaksin Covid-19 oleh Helena Lim
     "Kalau semua orang buru-buru begini, berarti orang kaya bisa dapat vaksin duluan. Nanti orang ga punya duit, ga terkenal, ga dapat vaksin. Ga adil kayak gini," ujar Tirta. 



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.