Banjir di Jakarta Hari Ini, Wagub DKI Sebut 20 RT Terendam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas saat banjir yang merendam kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Februari 2021. Sejumlah kawasan di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan  yang tinggi membuat sodetan di kawasan Tebet meluap, sehingga mengakibatkan banjir dengan ketinggian mulai dari 30 sentimeter hingga 100 sentimeter. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga beraktivitas saat banjir yang merendam kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Februari 2021. Sejumlah kawasan di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi membuat sodetan di kawasan Tebet meluap, sehingga mengakibatkan banjir dengan ketinggian mulai dari 30 sentimeter hingga 100 sentimeter. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan telah menerima laporan sebanyak 20 RT terendam banjir pada Kamis sore, 18 Februari 2021.

    "Banjir updatenya ada 20 dari 30.460 RT jumlahnya kecil," kata Riza di Balai Kota DKI, Kamis, 18 Februari 2021.

    Riza Patria menuturkan pemerintah sudah berupaya maksimal dalam mencegah dan menanggulangi banjir di Ibu Kota. Tadi siang, Riza pun telah meninjau langsung pusat informasi bencana BPBD DKI dan logistik untuk menghadapi potensi bencana bersamaan peringatan dini hujan ektrem hingga akhir pekan ini.

    "Mudah-mudahan berkat kerja sama yang baik, pemprov, aparat, dan masyarakat kita dapat mengendalika banjir ke depan," ujarnya.

    Baca juga : Wagub Sebut 77 Organisasi Relawan Banjir Siap Bantu Tanggulangi Banjir di DKI

    Pemerintah DKI, Riza menambahkan, telah menyiapkan 256 ekskavator dan 260 dump truk untuk menghadapi potensi banjir. Selain itu, pemerintah juga akan menambah jadwal pengoperasian pengerukan lumpur dari satu menjadi dua shift. "Jadi ada percepatan pengerukan."

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.