Atasi Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Ini Kerja Kolosal yang Direncanakan Serius

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan. Facebook

    Anies Baswedan. Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan mengungkapkan ada 16 ribu petugas dari Pemprov DKI Jakarta yang bekerja non stop untuk mengendalikan 644 pintu air, 1.013 pompa termasuk 228 truk pemadam kebakaran dan 100 truk penyiraman tanaman yang ikut menanggulangi banjir di Ibu Kota.

    Anies menyampaikan terima kasih kepada mereka. "Dan kepada semua petugas bantuan pangan, bantuan kesehatan, dan bantuan sosial yang terjun langsung pada warga yang terdampak," ujar Anies dalam keterangannya pada Selasa, 23 Februari 2021.

    Baca juga: Giring PSI Kritik Anies Baswedan Soal Banjir, Pasha Ungu Membela

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang turun tangan langsung di lokasi banjir.

    "Terima kasih pada PMI, lembaga-lembaga sosial, lembaga amil zakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan begitu banyak lagi relawan, pribadi, keluarga dan organisasi yang turun tangan langsung memberikan bantuan, meringankan saudara-saudara kita yang terdampak oleh banjir," ujar Anies.

    Ia mengungkapkan penanganan dampak curah hujan itu adalah sebuah kerja kolosal yang direncanakan dengan serius, disimulasikan di lapangan sebelum musim hujan tiba, dan dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua unsur.

    "Hingga akhirnya, alhamdulillah atas izin Allah ikhtiar kolektif ini bisa secara cepat memulihkan kondisi di Jakarta," ujar Anies.

    Ia berharap kinerja para aparatur bisa terus ditingkatkan, kewaspadaan terus dijaga dan jangan lengah. "Kita perhatikan terus peringatan dari BMKG," ujar dia.

    Anies Baswedan mengungkapkan banjir yang terjadi pada Sabtu, 20 Februari telah tuntas ditangani. Pada Ahad, 21 Februari semua telah surut, dan pada Senin pagi semua warga Jakarta yang terdampak banjir telah kembali ke rumah masing-masing.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.