Gerindra Dukung Anies Baswedan Jual Saham Perusahaan Bir PT Delta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi orasi dalam demo tolak saham bir di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.  Pemprov DKI sudah menanam saham di PT Delta Djakarta sejak 1970. TEMPO/Melgi Anggia

    Aksi orasi dalam demo tolak saham bir di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Pemprov DKI sudah menanam saham di PT Delta Djakarta sejak 1970. TEMPO/Melgi Anggia

    Tempo.co, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mendukung rencana Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menjual saham perusahaan bir PT Delta. Pemerintah DKI mempunyai saham 26,25 persen di perusahaan itu.

    "Kami sebagai partai pengusung Pak Anies selalu mendukung rencana penjualan saham itu (PT Delta)," kata Taufik saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI, Senin, 1 Maret 2021.

    Namun, kata dia, rencana penjualan saham tersebut hingga hari ini belum dibahas legislator Kebon Sirih. Sebabnya sebagian dewan tidak menyetujui rencana penjualan saham perusahaan bir tersebut.

    "Kalau kami sebagai partai pengusung mendukung yang menjadi rencana pemerintah," ujar politikus Gerindra itu.

    Baca juga: Wabah Corona: PKS Usul Pemprov DKI Jual Saham Perusahaan Bir

    Rencana Anies Baswedan untuk menjual saham milik DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta terhambat. Surat mengenai rencana pelepasan saham itu belum direspons oleh DPRD DKI.

    DKI diketahui telah memiliki saham di PT Delta Djakarta sejak 1970 di era Gubernur Ali Sadikin. Adapun asal muasal perusahaan bir ini adalah sebuah perusahaan asal Jerman, Archipel Brouwerij NV. Perusahaan ini berdiri di era zaman penjajahan Belanda.

    Sekitar tahun 1940, pemerintahan Hindia Belanda mengambil alih perusahaan ini dan mengganti namanya menjadi NV De Oranje Brouwerij. Saat Indonesia dijajah Jepang, pabrikan bir ini ikut diambil alih. Pada 1945, saat Jepang minggat dan Eropa kembali, perusahaan asal muasal Delta ini kembali diambil Belanda.

    Di era nasionalisasi pada 1957, perusahaan ini diambil oleh negara. Pada 1964, kepemilikan perusahaan diserahkan ke pemerintah Jakarta. Namanya pun berganti menjadi PT Budjana Djaja.

    Baru pada 1970, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Delta Djakarta di era Gubernur Ali Sadikin. Demi melakukan ekspansi, Delta Djakarta mulai go public dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1984.

    Pabrikan bir ini kini menjadi salah satu anak usaha dari San Miguel Corporation, Filipina setelah perusahaan multinasional itu masuk pada 1990. Perusahaan itu juga yang memiliki saham mayoritas, yaitu sebesar 73,75 persen.

    Saat ini, Delta Djakarta memproduksi sejumlah merek bir terkenal, seperti Anker Beer, Anker Stout, Kuda Putih dan Carlsberg Beer. Sebagian besar produksi didistribusikan di pasar lokal. Pabrikan bir ini ini terletak di Bekasi, Jawa Barat.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.