Setelah Kritik Anies Baswedan, PSI Sebut Ikhlas Dihina Asal Banjir Jakarta Teratasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggugat batas usia kepala daerah, Faldo Maldini dan Dara Nasution (tengah), bersama kuasa hukumnya Rian Ernest (kanan), saat sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Penggugat batas usia kepala daerah, Faldo Maldini dan Dara Nasution (tengah), bersama kuasa hukumnya Rian Ernest (kanan), saat sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

     TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), Faldo Maldini, mengatakan partainya ikhlas dirundung karena mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia berujar, yang terpenting masalah banjir di Jakarta segera teratasi.

    "Kami di PSI ikhlas kok di-bully, dihina, asalkan masalah di DKI ini khususnya masalah banjir itu kelar, yang penting bagaimana yang terbaik bagi masyarakat DKI Jakarta," kata dia dalam keterangan tertulisnya, 1 Maret 2021.

    Baca juga: PSI Mau Interpelasi Anies Baswedan Soal Banjir, Riza Patria Angkat Bicara

    Faldo mengklaim, PSI tak mempersoalkan serangan dari pihak-pihak lain karena mengkritisi Anies soal banjir. Menurut dia, partai yang didominasi anak muda itu juga tak membenci Anies.

    PSI menganggap Anies gagal mengatasi banjir Jakarta. Sebab, banjir kembali datang di awal tahun ini. Serapan anggaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI juga rendah mengingat pembangunan sumur resapan masih jauh dari target.

    “Saya kira ini adalah instrumen paling basic, ketika ada duit, kagak dipakai, berarti kan pemerintahnya tidak bekerja," ucap dia.

    Sebelumnya, Fraksi PSI DPRD DKI menyatakan akan menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan program penanggulangan banjir Jakarta yang dilaksanakan Anies Baswedan. Fraksi PSI menilai Anies tidak serius menanggulangi banjir di DKI.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.