Dibangun Ali Sadikin, GOR Ragunan Dirombak Anies Baswedan Jadi Berkelas Dunia

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar atau PPOP Ragunan setelah direvitalisasi Foto/ Twitter Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar atau PPOP Ragunan setelah direvitalisasi Foto/ Twitter Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar atau PPOP DKI Jakarta yang direvitalisasi sejak 2019 oleh Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora dan baru rampung tersebut.

    Lewat akun media sosial Twitter, Instagram serta Facebooknya, Anies membagikan foto kegiatannya Senin pagi tersebut, ia mengklaim fasilitas olahraga tersebut memiliki fasilitas yang levelnya setingkat kelas dunia. Anies Baswedan juga menyematkan tautan laman status akun Facebook miliknya di cuitan yang diunggahnya pada Senin, 8 Maret 2021 itu.

    “Alhamdulillah, revitalisasi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan kini telah tuntas, sebuah fasilitas yang levelnya kelas dunia. InsyaAllah dari PPOP Ragunan ini akan terus melahirkan atlet-atlet mumpuni Jakarta yang prestasinya juga mendunia,” tulis Anies.

    Berdasarkan status Facebook dan feed Instagram Anies Baswedan, diketahui bahwa PPOP DKI Jakarta sendiri dulunya merupakan Gelanggang Olah Raga atau GOR Ragunan, yang diresmikan Gubernur Ali Sadikin tahun 1975.

    Lalu berganti nama menjadi PPOP DKI Jakarta pada 2016 di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora DKI Jakarta yang kemudian pada tahun 2019 dilakukan revitalisasi total dengan anggaran Rp 418 miliar untuk atlet-atlet pelajar di DKI Jakarta.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar atau PPOP Ragunan setelah direvitalisasi Foto/Twitter Anies Baswedan

    PPOP DKI Jakarta yang dibangun di lahan seluas 17 hektar itu kini telah dilengkapi dengan beragam fasilitas olahraga modern dan berstandar internasional. Menjadi rumah bagi 376 atlet Jakarta dari 22 cabang olahraga. Anies pun merinci sejumlah fasilitas olah raga dalam ruangan dan luar ruangan yang telah dirombak.

    Adapun fasilitas indoor yang telah direvitalisasi yaitu GOR Bulu Tangkis, Tenis Meja, Voli, Gedung Gulat dan Tinju, Gedung Anggar, Angkat Besi dan Gedung Senam. Selain itu fasilitas olahraga, asrama atlet putra-putri pun juga direvitalisasi, termasuk juga ruang dinas guru dan pegawai, serta Wisma Infrastruktur.

    Untuk fasilitas luar ruangan, seperti Lapangan Sepak Bola dan Atletik, Basket, Area Panahan, Kolam untuk bertanding, Kolam Olahraga Loncat Indah juga diperbaiki.

    Tak hanya fasilitas olahraga, untuk melengkapi fasilitas di PPOP DKI Jakarta juga ada bangunan kantor pengelola, sekretariat, auditorium, poliklinik, dan perpustakaan serta plaza. Fasilitas tersebut tentunya untuk menunjang PPOP DKI Jakarta menjadi sekolah unggulan di Jakarta di bidang olahraga.

    Selain berpusat pada kegiatan olah raga, atlet juga akan tetap mendapatkan pendidikan formal, “Selain fokus pada prestasi olahraga, para atlet pelajar ini juga ditunjang dengan kegiatan akademis layaknya pendidikan formal di sekolah-sekolah pada umumnya,” tulis Anies Baswedan.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga:  Cerita Anies Baswedan Tentang Sejarah Maison Weiner Toko Roti Tertua di Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.