Polisi Belum Bisa Pastikan Kaitan Terduga Teroris di Condet dengan JAD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Indra S. Tarigan belum dapat memastikan terduga teroris di Jalan Condet Raya 1, Kramat Jati, Jakarta Timur terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah atau JAD.

    "Masih kami cek," ujar Indra kepada Tempo, Senin, 29 Maret 2021.

    Indra mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan olah TKP di lokasi penangkapan. Indra tak merinci terkait jumlah terduga teroris yang ditangkap dalam peristiwa itu.

    Baca juga: Polda Metro Jaya Minta Warga DKI Jakarta Tetap Tenang

    ADVERTISEMENT

    "Masih cek TKP, nanti ya, sekarang saya membenarkan saja," ujar Indra.

    Indra mengatakan proses penangkapan sudah dilakukan sejak Senin pagi. Namun hingga siang ini, polisi masih melakukan pemeriksaan TKP. Selain di Condet, polisi juga menangkap terduga teroris di Jalan Raya Cikarang, Bekasi. 

    Seperti diketahui, pada Ahad kemarin peristiwa bom bunuh diri terjadi di halaman Gereja Katedral Makassar. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengimbau masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya tetap tenang serta tidak panik.

    Polri juga mengandalkan pihak pengamanan di tempat ibadah. Akan ada pula patroli skala besar yang akan berlangsung. "Berdayakan pengamanan internal gereja atau tempat ibadah, memberi motivasi dan arahan untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Yusri.

    Kendaraan taktis dan personel ditempatkan di tempat ibadah dan tempat lainnya untuk mencegah teroris masuk ke sana. "Kami akan memeriksa orang yang akan masuk ke gereja atau tempat ibadah."

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.