Penganiayaan Anak Tunarungu di Pamulang Tanpa Sebab, Orang Tua Lapor Polisi

Ilustrasi penganiayaan anak. youtube.com

TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Seorang anak tunarungu di Bambu Apus, Pamulang, ERN (13) diduga menjadi korban penganiayaan. Orang tua korban, Yudi Nugroho, telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Pamulang.  

Yudi mengatakan dia pernah menyaksikan sendiri anaknya hampir dilempar batu oleh seorang montir bengkel dekat rumahnya. Kejadian itu berlangsung pada November 2020.   

"Awalnya saya lihat anak saya mau dilempar batu sama diduga pelaku ini, yang juga montir bengkel di depan gang rumah saya. Langsung saya datangi dan tanya anak saya salah apa," kata Yudi di Pamulang, Selasa 6 April 2021.

Menurut Yudi, pelaku tidak menjawab pertanyaannya meskipun dia memanggil anaknya untuk meminta maaf. "Saya bilang ke pelaku minta maaf kalau anak saya punya salah tapi dia tidak bilang kesalahan anak saya di mana," ujarnya.

Pelaku penganiayaan anak tunarungu itu juga pernah menyambangi tempat tinggalnya dan lapor jika ERN mengganggu. Namun lagi-lagi montir itu tak mau menyebut kesalahan atau gangguan yang dilakukan korban. 

"Saya tanya mengganggunya kenapa tapi dia langsung pergi. Maksud saya kalau dia kasih tau kesalahan anak saya nanti saya didik anak saya," ungkapnya.






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

19 jam lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

22 jam lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

4 hari lalu

Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

Berdasarkan data curah hujan yang terukur pada Pos Hujan di AWS Matoa 117.8 mm/hari atau di kategori hujan sangat lebat.


Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Perampokan Toko Emas di BSD

6 hari lalu

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Perampokan Toko Emas di BSD

Sebuah toko emas di salah satu pusat perbelanjaan di BSD menjadi target perampokan bersenjata api pada Jumat, 16 September 2022.


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

7 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

9 hari lalu

DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Dinas Lingkungan DKI Jakarta menggandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk menggelar uji emisi kendaraan bermotor.


Perampokan Bersenjata Api di Tangsel, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

11 hari lalu

Perampokan Bersenjata Api di Tangsel, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Pelaku perampokan menyasar toko emas di salah satu pusat perbelanjaan di BSD, Tangerang Selatan dan sempat menembakkan senjata apinya


Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Terjadi di Tangerang Selatan

11 hari lalu

Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Terjadi di Tangerang Selatan

Pelaku perampokan sempat menembakkan senjata api ke dalam toko emas


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

12 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

13 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.