Pembangunan Rumah Panggung, Riza Patria: Kami Terbuka dengan Masukan

Reporter

Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan rumah panggung di dekat bantaran kali Ciliwung, kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa, 6 April 2021. Renovasi rumah warga di bantaran kali menjadi rumah panggung itu merupakan program percontohan untuk mengatasi bencana alam yang kerap timbul akibat banjir. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI menyatakan terbuka terhadap semua masukan mengenai rencana pembangunan rumah panggung sebanyak 40 unit di daerah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur yang banyak dikritik. "Setiap warga boleh memberikan pendapat. Kami sangat terbuka dengan masukan," kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa malam, 6 April 2021.

Pembangunan rumah panggung itu dimaksudkan sebagai solusi menghadapi banjir. “Kita diskusi soal konsep penanganan banjir, upamanya di Kebon Pala, Condet, Kalibata,” kata Riza.

Baca: Ada Kritik Soal Rumah Panggung di Kampung Melayu, Wagub DKI: Kami Dengar

Kritik terhadap rencana pembangunan rumah panggung datang dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Mereka menilai proyek yang menggunakan pembiayaan seluruhnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), merupakan hal yang tidak efektif menghadapi banjir dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

Pada prinsipnya, kata Riza Patria, kebijakan ini bukan keputusan Pemerintah DKI atau hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah mendengarkan pendapat semua pihak dan para ahli. “Dan kami diskusikan dengan DPRD, tidak ada keputusan sepihak, semua bersama DPRD."
 
Pembangunan 40 rumah panggung yang kaki-kakinya setinggi 3,5 meter di Kampung Melayu itu dimaksudkan agar tidak ada lagi perabotan rumah warga yang terendam saat banjir. Pembangunan 40 rumah di RT 13, RT 11, RT 5 dan RT 6 di RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur senilai Rp 78 juta per rumah, seluruhnya menggunakan dana Baznas dan tidak menggunakan anggaran dari APBD DKI Jakarta.

Rumah panggung akan memiliki tiga lantai, dengan lantai pertama dimanfaatkan untuk tempat produksi UMKM warga seperti kue kering yang menjadi ciri khas UMKM di Kampung Melayu. Sedangkan lantai 2-3 dijadikan tempat aktivitas rumah tangga.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebutkan, ada potensi kecemburuan sosial dalam program pembangunan rumah panggung di RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur untuk mencegah banjir. Program kolaborasi Pemerintah dengan Baznas Bazis DKI dan Karya Bakti TNI itu akan memicu kecemburuan di kawasan rawan banjir lainnya.

"Sudah pasti akan menimbulkan kecemburuan sosial, misalnya orang Cikoko di daerah Jakarta Selatan bisa aja bilang "memang yang banjir cuman Kampung Melayu doang, Pak?"," kata Gembong, Senin, 5 April.

Gembong mengatakan, program penanganan banjir seharusnya tidak seperti yang dilakukan Pemerintah DKI di Kampung Melayu dengan meninggikan rumah warga. Program itu dinilai sangat tidak elok jika dikatakan sebagai solusi untuk penanganan banjir di DKI Jakarta.

"Enggak bisa mengatasi banjir sepotong-sepotong, enggak bisa sesuai selera.” Normalisasi sungai dinilai sebagai satu-satunya cara, bukan dengan membangun rumah panggung.

 






Hujan Deras Sejak Sore, Tol BSD Serpong KM 8 Banjir Mencapai Ketinggian 90 Cm

1 jam lalu

Hujan Deras Sejak Sore, Tol BSD Serpong KM 8 Banjir Mencapai Ketinggian 90 Cm

Arus lalu lintas Tol BSD Serpong mengalami kepadatan karena genangan banjir di KM 8 setinggi 90 sentimeter.


Jalan DI Panjaitan Cawang Tergenang Banjir, Lalu Lintas Macet

1 jam lalu

Jalan DI Panjaitan Cawang Tergenang Banjir, Lalu Lintas Macet

Akibat banjir Cawang, terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan DI Panjaitan dan banyak motor mogok karena nekat menerobos genangan.


Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

1 jam lalu

Majelis Syuro PKS Tetapkan Kriteria Capres 2024 Religius Nasionalis

PKS disebut-sebut bakal menjalin koalisi bersama Partai NasDem dan Partai Demokrat.


Hujan Sejak Siang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Hingga 1 Meter

1 jam lalu

Hujan Sejak Siang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Hingga 1 Meter

BPBD DKI mencatat 16 RT dan 7 ruas jalan di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Kali Krukut dan Kali Mampang meluap.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

1 jam lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

2 jam lalu

NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Puan Maharani: Saat Ini Kita Sedang Berduka

Puan Maharani mengatakan tiap partai politik memiliki mekanisme masing-masing untuk memilih calonnya.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

3 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

7 jam lalu

Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI yang dinilai mengganggu cagar budaya Patung Selamat Datang.


5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

7 jam lalu

5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

Anies Baswedan segera mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Apa saja pengembangan transportasi umum yang sudah berjalan di DKI?


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

7 jam lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak