Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama UIN, Polisi Periksa Dua Mantan Wakil Rektor

Ilustrasi korupsi

Jakarta - Pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan asrama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus bergulir.

Pada Selasa lalu, Polres Tangerang Selatan telah memanggil dua mantan rektor kampus tersebut, yakni Masri Mansoer dan Andi Faisal untuk dimintai keterangan sebagai saksi. 

"Keduanya secara komprehensif dan detail menjelaskan di mana letak dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pembangunan gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta," ujar kuasa hukum keduanya, Gufroni dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 April 2021. 

Gufroni menjelaskan dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang tersebut terletak pada ketiadaan secara fisik gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta yang dibangun. Padahal, kata Gufroni, jumlah dana yang diperoleh oleh panitia pembangunan asrama sudah mencapai miliaran rupiah. Sehingga proyek itu terbilang fiktif. 

Kepada penyidik, Masri dan Andi yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor yang membidangi kerja sama lembaga dan kemahasiswaan, mengaku tidak pernah tahu kegiatan pembangunan gedung Asrama mahasiswa UIN Jakarta tersebut. 

Baca juga : Metro Terpopuler: Anies Baswedan Bicara Soal Korupsi, 6 Cara Daftar KIP Online  

"Setelah diklarifikasi keberbagai pihak, ternyata benar tidak pernah ada pembangunan gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta," ujar Gufroni. 

Kasus dugaan proyek fiktif ini sudah bergulir sejak November 2020. Saat itu UIN Watch menyatakan ada temuan dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang berawal dari kecurigaan (Badan Pengelola Keuangan Haji) BPKH dengan ada proposal permohonan bantuan dana untuk pembangunan asrama mahasiswa di lingkungan UIN Jakarta. Proposal itu menggunakan logo dan kop surat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tetapi menggunakan 2 Stempel yang berbeda.

“Dua stempel yang berbeda itu untuk Gedung Padepokan Aswaja-NU PMII Tangerang Selatan, dan berstempel Panitia Pembangunan Gedung Pondok Pemuda UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” kata Rivandi 

UIN Watch lalu menelusuri dengan memita klarifikasi terhadap pejabat UIN dan juga ke rektor terkait pembangunan asrama tersebut.

“Hasil klarifikasi bahwa pembangunan tersebut memang bukan untuk Asrama Mahasiswa UIN yang berlokasi di Ciputat. Karena tidak ada dalam rencana dan strategi UIN Jakarta,” ujarnya ihwal dugaan korupsi itu.

M JULNIS FIRMANSYAH






Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

5 jam lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

8 jam lalu

5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

Sempat tidak lolos uji kelayakan hingga memiliki total kekayaan lebih dari Rp 8 miliar, inilah 5 fakta seputar kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang terjerat OTT KPK.


Ini Catatan Merah Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebelum Terjaring OTT KPK

8 jam lalu

Ini Catatan Merah Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebelum Terjaring OTT KPK

Hakim Agung Sudrajad Dimyati pernah tidak lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan Hakim Agung pada 2013 karena diduga terlibat dalam skandal suap.


Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

9 jam lalu

Banjir, Longsor, Sambaran Petir di Tangerang Selatan, BMKG: Hujan Sangat Lebat

Berdasarkan data curah hujan yang terukur pada Pos Hujan di AWS Matoa 117.8 mm/hari atau di kategori hujan sangat lebat.


Usai Ditetapkan Tersangka Kasus PT Waskita Beton, Hasnaeni Berteriak: Saya Sakit

2 hari lalu

Usai Ditetapkan Tersangka Kasus PT Waskita Beton, Hasnaeni Berteriak: Saya Sakit

Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal, Hasnaeni dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana PT Waskita Beton Precast Tbk.


Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

2 hari lalu

Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

Polisi menangkap para penjual obat-obat keras golongan G di Tangerang. Dijual dengan berkedok toko kosmetik.


Istri Presiden Honduras Dihukum 14 Tahun, Pakai Dana Anak Miskin untuk Bayar Tagihan

2 hari lalu

Istri Presiden Honduras Dihukum 14 Tahun, Pakai Dana Anak Miskin untuk Bayar Tagihan

Mantan Ibu Negara Honduras dijatuhi hukuman 14 tahun penjara atas tuduhan penipuan dan penyelewengan dana yang ditujukan untuk program sosial.


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

2 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Seumur Hidup, Korupsi atau Politis?

2 hari lalu

Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Seumur Hidup, Korupsi atau Politis?

Mantan Menteri Kehakiman China dihukum seumur hidup dalam kasus korupsi, tapi ia disebut masuk kelompok yang tidak setia pada Xi Jinping


Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

2 hari lalu

Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

Polisi Sektor Sepatan Polres Metro Tangerang menangkap tiga penjual obat keras seperti Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.