Futsal Berdarah di Kalideres, Polisi Periksa Lokasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Futsal. just.4ove.com

    Ilustrasi Futsal. just.4ove.com

    Jakarta - Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Dimitri Mahendra mengatakan penyidik telah memeriksa tempat terjadinya cekcok dua kelompok futsal yang berakhir dengan kasus pembuhunan di Kalideres.

    "Tim Kriminal Umum Sub Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan Polsek Kalideres memeriksa keterangan sejumlah saksi," kata Dimitri dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 April 2021.

    Remaja MRR, 19 tahun, tewas karena ditusuk senjata tajam dalam kejadian itu. Video korban dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres oleh orang tak dikenal pada Selasa , 20 April 2021 viral di media sosial. Satu orang lainnya NW, luka tangannya.

    Dimitri menjelaskan kasus ini bermula saat kelompok korban mengalahkan kelompok pelaku dalam pertandingan futsal. Mereka bermain futsal di Jalan Bulak Teko RT 001/RW 011, Kalideres, Jakarta Barat.

    "Kelompok pelaku tidak terima harus membayar sewa lapangan futsal secara penuh," kata Dimitri. Padahal menurut Dimitri, kedua kelompok sudah memiliki perjanjian tentang pembayaran sewa lapangan itu sebelum pertandingan dimulai.

    Uang pembayaran lapangan futsal Rp 200 ribu dan taruhan  uang sebesar Rp 300 ribu. Kedua kelompok tidak saling mengenal.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalideres, Iptu A. Haris Sanjaya mengatakan saat korban mengendarai sepeda motor untuk meninggalkan lokasi, dia dikejar pelaku. "Lalu terjatuh dan ditusuk dengan senjata tajam."

    Setelah menusuk korban di bagian punggung, kata Haris, pelaku meninggalkan MRR tergeletak di jalan. Warga sekitar yang melihat korban cekcok futsal langsung membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. "Di perjalanan, korban sudah meninggal dunia."

    Baca: Futsal Berdarah di Kalideres, Satu Tewas dan Satu Luka


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.