Beda dengan Jabodetabek, Alasan Tangerang Selatan Tidak Berlakukan SIKM

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Berbeda dengan Jabodetabek, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM saat libur lebaran Idul Fitri 2021.

    "Kita tidak memberlakukan SIKM karena Tangsel dalam kebijakan nasional itu enggak termasuk aglomerasi Jabodetabek, jadi tidak memberlakukan SIKM,"kata Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Rabu 5 Mei 2021.

    Menurut Benyamin, pemerintah kota Tangerang Selatan tidak memberlakukan larangan mudik dan penyekatan pemudik yang datang karena Tangerang Selatan bukan daerah tujuan mudik.

    "Kita bukan daerah tujuan mudik, justru keluar, tapi mulai besok sampai 17 mei kan ada pelarangan mudik bagi masyarakat, saya minta untuk masyarakat Tangsel di rumah saja," ujar Wali Kota Tangsel itu.

    Kepala Bidang Sosbud Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Tangsel Sapto Pratolo mengatakan tahun ini instansi itu tidak lagi mengeluarkan SIKM.

    "Kalau tahun lalu memang kita menerbitkan SIKM untuk keperluan keluar Tangsel, tahun ini sudah tidak lagi karena Tangsel sudah tidak menggunakan SIKM untuk keluar masuk," ujarnya.

    Bagi masyarakat Tangerang Selatan yang hendak melayat dan menjenguk sanak saudara yang sakit, kata Sapto tidak memerlukan SIKM hanya menunjukan surat kematian saja.

    "Kalau melayat, perjalanan persalinan, serta perjalanan dinas itu kan tujuannya kunjungan non mudik jadi tidak memerlukan SIKM lagi," ujarnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Baca juga: Anies Baswedan Terbitkan Kepgub SIKM, Ini Kategori yang Dibolehkan Keluar DKI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.