Kasus Covid-19 di DKI Per 7 Mei Bertambah 783

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI mencatat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 783 orang, pada Jumat, 7 Mei 2021.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan jumlah kasus harian itu didapat dari hasil pemeriksaan terhadap 15.360 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.752 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 783 positif dan 9.969 negatif," kata Dwi dalam keterangannya.

    Dwi mengungkapkan total kasus positif Covid-19 di Jakarta saat ini mencapai 414.106 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 399.821 dengan tingkat kesembuhan 96,6 persen. Sedangkan total 6.872 orang meninggal dengan tingkat kematian 1,7 persen.

    Dalam sepekan terakhir, kata Dwi, jumlah orang yang dites PCR sebanyak 64.756 orang. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 164 kasus. "Sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.413 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ujarnya.

    Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,5 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen. Sementara itu, WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

    Pemerintah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 selama libur lebaran 2021 ini. Karena itu berbagai kebijakan dikeluarkan untuk mengantisipasinya. Salah satunya dengan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021.

    Baca juga: 2 Warga Tangsel Terpapar Covid-19 Varian India, Dinkes: Tertular dari Anaknya

    FRISKI RIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.