Anies Baswedan Pilih Salat Idul Fitri di Rumah Pribadinya di Lebak Bulus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (baris kedua, lima dari kanan) melaksanakan Shalat Id di kediaman pribadinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Mei 2021. ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (baris kedua, lima dari kanan) melaksanakan Shalat Id di kediaman pribadinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Mei 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih Salat Idul Fitri di kediamannya  di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pelaksanaan ibadah Salat Id dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Anies Baswedan melaksanakan Salat Id tepat pukul 07.00 di halaman belakang rumahnya. 
    Salat Idul Fitri ini dipimpin Imam sekaligus Khatib Ustaz Afifudien Rohaly.

    Anies beribadah bersama istrinya Fery Farhati dan putra putrinya. Terlihat anggota keluarga besarnya juga ikut salat Idul Fitri di halaman belakang rumahnya yang luas. Jumlah peserta salat Id itu sekitar 30 orang.

    Meski Salat Id di rumahnya sendiri, Anies Baswedan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker selama salat. 

    Lewat seruannya, tiga hari yang lalu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengajak masyarakat melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing, atau di masjid yang berada di dekat lingkungan tempat tinggal.

    Pernyataan itu disampaikan Anies usai berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Senin.

    Untuk menghindari penularan Covid-19 selama salat Idul Fitri, Anies Baswedan meminta pengurus masjid dan musala membatasi jemaah hingga maksimal 50 persen.

    Baca juga: Beri Pesan Malam Takbiran dan Idul Fitri, Anies Baswedan Pakai Syal Palestina


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.