Motor Tercebur ke Selokan, Polisi: Ulah Pengunjuk Rasa Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor warga terjatuh ke dalam selokan saat terjadi bentrok antara polisi dengan pendukung Rizieq Shihab, Kamis, 24 Juni 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Motor warga terjatuh ke dalam selokan saat terjadi bentrok antara polisi dengan pendukung Rizieq Shihab, Kamis, 24 Juni 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Erwin Kurniawan menyebut sepeda motor yang tercebur ke selokan adalah ulah para pendukung Rizieq Shihab. Sedikitnya ada empat sepeda motor milik warga yang diceburkan ke sungai atau selokan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, di bawah flyover Pondok Kopi.

    Menurut Erwin, selain motor milik warga, ada kendaraan milik polisi yang juga diceburkan ke selokan oleh para pendukung Rizieq. Ratusan penudukung eks pimpinan FPI itu kesal karena diadang polisi ketika hendak ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

    "Kendaraan anggota juga sempat dimasukkan ke sungai oleh pengunjuk rasa sehingga menimbulkan sedikit kericuhan," kata Erwin di lokasi, Kamis, 24 Juni 2021.

    Tempo sempat menemukan sekitar 4 sepeda motor yang masuk ke selokan di bawah flyover Pondok Kopi itu. Seorang pemilik motor, Ali mengaku meninggalkan motornya di pinggir jalan ketika kabur menghindari bentrok antara simpatisan Rizieq dan polisi. 

    ADVERTISEMENT

    "Tadi begitu lempar-lemparan, saya tinggalin nih motor di sini, saya lari," kata Ali. 

    Ali memilih menghindari bentrok tanpa membawa sepeda motornya karena sulit bergerak di antara kerumunan orang. Setelah bentrok reda, Ali melihat motornya sudah berada di dalam selokan.

    "Saya tadinya mau ke kantor, ke Gajah Mada," kata dia.

    Polisi dan simpatisan Rizieq Shihab terlibat bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, dekat Pengadilan Negeri Jakarta Timur sekitar pukul 10.00.

    Dalam bentrok itu, para pendukung Rizieq Shihab melempari polisi dengan batu dan dibalas dengan gas air mata. Pada saat Tempo tiba di lokasi sekitar pukul 10.30, gas air mata masih menyesakkan hidung dan membuat perih mata. Sementara bongkahan batu berserakan di jalanan.

    Baca Juga: Dari Tangsel ke PN Jaktim, Pendukung Rizieq Shihab: Jaksa Bikin Sakit Hati


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.