Sempat Buron Seminggu, Pemuda yang Bacok Ojek Online di Tambora Diringkus

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan celurit yang digunakan perampok dalam perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukan celurit yang digunakan perampok dalam perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah buron selama satu pekan, pelaku pembacokan pengemudi ojek online di Tambora tertangkap di persembunyiannya di Cilebut, Bogor. Pelaku pembacokan ojol itu berinisial AL.

    AL masuk daftar pencarian orang setelah sebelumnya membacok pengemudi ojek online bernama Masroni di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Sabtu pekan lalu. 

    "AL ini merupakan pelaku utama dalam kejadian ini," ujar Kapolsek Tambora Komisaris Moh Faruk Rozi dalam keterangannya, Sabtu, 19 Juni 2021. 

    Dalam pelariannya menghindari kejaran polisi, tersangka bersembunyi di rumah ibu tiri istrinya. Saat ditangkap AL tak melawan dan mengakui pernyataannya. 

    ADVERTISEMENT

    "Kami kemudian menginterogasi pelaku guna melakukan pencarian terhadap barang bukti berupa celurit yang digunakan untuk melakukan pembacokan terhadap korban," kata Faruk. 

    Polisi menemukan celurit yang digunakan oleh AL membacok pengemudi ojek online disembunyikan di toilet umum kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat. 

    Untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Tambora. Faruk mengatakan AL terancam Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. 

    Pembacokan pengemudi ojek online yang dilakukan AL terjadi pada Sabtu pekan lalu. Pada saat itu tersangka mendatangi TKP bersama dua orang temannya yang berinisial A dan S.

    Kepada polisi, tersangka mengaku awalnya hanya ingin menemui seseorang untuk balas dendam. Namun saat menanyakan keberadaan orang yang dicarinya, AL dan kedua kawannya terlibat cekcok dengan warga setempat.

    AL mengeluarkan celurit dan menyabetnya dengan membabi buta ke arah warga. Sabetan senjata tajam itu mengenai pinggang seorang pengemudi ojek online bernama Masroni. Tersangka AL dan A kemudian pergi meninggalkan lokasi. Namun S yang tertinggal menjadi bulan-bulanan massa sampai bonyok. 

    Pengemudi ojek online yang terkena sabetan celurit itu luka parah hingga dilarikan ke RSCM untuk menjalani perawatan. 

    Baca juga: Penyekatan dan Fakta Ojek Online Bebas Melintas



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.